Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pagelaran Pekan Raya SMPN 6 Pemalang, Siswa Kenakan Pakaian Daerah

Editor:  hendra
Reporter: Ragil
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pelajar SMP 6 Pemalang kenakan pakaian khas daerah Pemalang (Foto: Ragil/nusantaraterkini.co)

nusantaraterkini.co, PEMALANG - Guna menelusuri kekayaan budaya dan kuliner khas daerah, SMP Negeri 6 Pemalang gelar kegiatan Pekan Raya Kokurikuler di halaman sekolah setempat, pada Jumat (28/11/2025).

Kegiatan Kokurikuler dengan tema Bhineka Tunggal Ika Wonderland Pemalangku ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta siswa sekolah terhadap Kota Pemalang,

"Diharapkan para siswa sekolah mengenal lebih dekat tentang budaya dan makanan khas Pemalang," ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 6 Pemalang.

Baca Juga : Jadi Alat Promosi dan Diplomasi, Komisi VII Dorong Industri Film Nasional Bangkit

Dirinya menjelaskan, Pekan Raya Kokurikuler tersebut sebagai terobosan penguat kegiatan program intrakurikuler.

"Kokurikuler sebagai penguat dari intrakurikuler, dalam puncak kegiatan, dengan kemasan penampilan yang berbeda," tutupnya.

Pelajar SMP 6 Pemalang kenakan pakaian khas daerah Pemalang (Foto: Ragil/nusantaraterkini.co)

Kegiatan Kokurikuler SMP Negeri 6 Pemalang ini, menampilkan drama menceritakan tentang permainan tradisional di Pemalang. Ada juga bazar dengan menampilkan berbagai jenis jajanan tradisional serta berbagai karya hasil kreatifitas siswa. Tak ketinggalan, berbagai jenis tarian khas pemalang juga di tampilkan.

Baca Juga : Tumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Kepada Siswa, SMP N 6 Pemalang Tanam Cabai dan Budidaya Ikan Lele 

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran inti di kelas, tetapi secara langsung berhubungan dan bertujuan untuk memperkuat, memperdalam, atau memperkaya materi intrakurikuler. 

Kegiatan ini terintegrasi dengan kurikulum, bersifat wajib, dan sering kali terstruktur serta dinilai. 

Tujuan kokurikuler memperkuat dan memperdalam pemahaman: Siswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di kelas ke dalam situasi nyata, seperti kunjungan ke museum setelah mempelajari sejarah.

Mengembangkan karakter dan keterampilan: Melalui kegiatan seperti bakti sosial atau kerja kelompok, siswa membangun sifat-sifat positif seperti tanggung jawab, kerja sama tim, dan keterampilan sosial.

Membentuk individu yang holistik: Mengembangkan siswa secara menyeluruh, tidak hanya secara akademis tetapi juga secara emosional dan sosial. 

Contoh kegiatan kokurikuler

Studi lapangan: Mengunjungi tempat-tempat seperti museum, pabrik, atau pusat edukasi lainnya untuk mengamati dan mempraktikkan materi pelajaran secara langsung.

Proyek sosial: Terlibat dalam kegiatan bakti sosial atau proyek komunitas yang relevan dengan mata pelajaran.

Literasi: Kegiatan seperti literacy school yang bertujuan memperkuat kemampuan membaca dan menulis.

Prakarya: Membuat karya atau proyek yang berhubungan dengan materi pelajaran, seperti membuat model ekosistem setelah belajar tentangnya.

Outbound: Kegiatan fisik di luar ruangan yang dapat digunakan untuk membangun kerja sama tim dan memecahkan masalah. 

Perbedaan dengan ekstrakurikuler

Kokurikuler: Berhubungan langsung dan terstruktur dengan kurikulum akademik untuk memperdalam materi pelajaran.

Ekstrakurikuler: Lebih fokus pada pengembangan minat, bakat, dan hobi pribadi di luar lingkup akademis, seperti klub olahraga, seni, atau debat. 

Kokurikuler - Definisi dan Pengertianya - Quipper Campus

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran peserta didik yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan mata pelajaran yang telah dipelajari.

(Rgl/nusantaraterkini.co)