Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

OTT KPK Terhadap Wamenaker Nodai Semangat Aktivis 98 Terhadap KKN

Kami di Perhimpunan Pergerakan 98 melihat penangkapan Noel ini sebagai noda terhadap semangat aktivis 98

Ketua Perhimpunan Pergerakan 98 Sahat Simatupang. (Foto: dok istimewa)
Ketua Perhimpunan Pergerakan 98 Sahat Simatupang. (Foto: dok istimewa)
A A

, MEDAN - Ketua Perhimpunan Pergerakan 98 mengaku kaget Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/8/2025).

Diketahui, Noel sapaan akrab Immanuel Ebenezer adalah 98 yang menjadi pendukung Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka saat Pilpres 2024 lalu.

Sahat mengatakan, sebagai sesama 98 yang terbentuk di ruang diskusi dan aksi unjuk rasa di jalanan, ia menyayangkan Noel terjerembab pada kasus korupsi.

Baca Juga : Prihatin atas OTT KPK ke Wamenaker, GREAT Institute: Korupsi Masih Bergentayangan

"Tentu kami di Perhimpunan Pergerakan 98 melihat penangkapan Noel ini sebagai noda terhadap semangat aktivis 98 yang dulu menolak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme atau kita istilahkan KKN. Yang pasti, kami tetap mendukung KPK memberantas korupsi," ujarnya.

Penangkapan terhadap Noel, ujar Sahat, tidak berarti aktivis 98 telah kehilangan semangat anti KKN. Menurut jurnalis Tempo ini, masih banyak aktivis 98 di lembaga legislatif, eksekutif dan BUMN maupun BUMD yang memegang teguh perjuangan anti KKN dan hidup sederhana.

"Peristiwa hari ini (OTT) terhadap Noel harus kita jadikan evaluasi apakah semangat anti KKN sudah pudar di kawan-kawan 98, dan tergerus oleh sikap pragmatis saat berada dalam lingkaran kekuasaan. Jangan lupa banyak kalangan yang ingin eksistensi 98 hilang dari sejarah Indonesia. Namun kita tak boleh takluk kepada mereka," pungkasnya.

Diberitakan, KPK membawa ke Gedung Merah Putih usai melakukan OTT di Kementerian Ketenagakerjaan.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan Noel itu sudah tiba di gedung KPK.

"Sudah," kata dia saat dikonfirmasi oleh wartawan.

Baca Juga : Wamenaker Immanuel Ebenezer Kena OTT, CSI: Presiden Prabowo Harus Pilih Pengganti yang Profesional

Lembaga antirasuah tersebut meringkus mantan relawan Joko Widodo dan relawan Prabowo - Gibran itu dalam kasus pemerasan terhadap perusahaan yang sedang mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Fitroh mengatakan dalam operasi tersebut, KPK menyita sejumlah uang, mobil dan sepeda motor.

(zie/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru