Wamenaker Immanuel Ebenezer Kena OTT, CSI: Presiden Prabowo Harus Pilih Pengganti yang Profesional
CSI mendesak Presiden harus segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Immanuel Ebenezer dari jabatannya
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Center of Strategy and Information (CSI) yang dipimpin oleh Edy Syahputra menyatakan penyesalan mendalam atas tertangkapnya Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut CSI, peristiwa ini merupakan pukulan serius yang mencoreng wajah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang sejak awal telah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan bersih, berintegritas, dan berpihak pada rakyat.
Baca Juga : Wamen Noel Terjaring OTT KPK, Irma Chaniago Akui Dapat Info Penggeledahan di Kemenaker
CSI mendesak Presiden harus segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Immanuel Ebenezer dari jabatannya. Kasus ini telah merusak citra pemerintah dan mencederai kepercayaan publik. Tidak boleh ada toleransi bagi pejabat yang tersandung kasus korupsi,
CSI menekankan pentingnya figur profesional diketenagakerjaan bahwa posisi Wamenaker adalah jabatan strategis yang sangat menentukan arah kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Karena itu, Presiden Prabowo harus menunjuk sosok pengganti yang benar-benar kompeten, profesional, dan memiliki pengalaman panjang di bidang ketenagakerjaan.
Dalam pandangan CSI, Jumhur Hidayat adalah figur yang paling layak mengisi posisi tersebut. Dengan rekam jejak panjang di dunia ketenagakerjaan dan reputasi yang baik, Jumhur dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi pekerja, buruh, dan dunia usaha di Indonesia.
Baca Juga : Terjaring OTT KPK, Begini Potret Kekayaan Wamenaker Immanuel Ebenezer
CSI menilai bahwa langkah cepat dan tegas dalam kasus ini akan memperkuat legitimasi Presiden Prabowo sebagai pemimpin yang konsisten melawan praktik korupsi.
Selain itu, penggantian dengan sosok yang tepat akan memperkokoh kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir secara serius untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan di Tanah Air.
Kasus ini harus dijadikan momentum untuk konsolidasi pemerintahan yang lebih bersih, lebih tegas, dan lebih berpihak pada kepentingan rakyat pekerja. Presiden Prabowo perlu menunjukkan bahwa good governance bukan hanya jargon, tetapi komitmen nyata.
(akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
OLAHRAGAAnggaran P-APBD 2026 Tidak Disahkan, KONI Deliserdang Andalkan Dana Swadaya untuk Berangkatkan Atlet ke Porprovsu XII
Rozie Winata·18 menit yang lalu -
-
SUMUTPenumpang Stasiun Perbaungan Tumbuh 19 Persen, KAI Optimalkan Konektivitas dan Logistik di Serdang Bedagai
Rozie Winata·40 menit yang lalu -
-
-
NEWS VIDEOKunjungan Perdana di Sumsel, Kepala BNPB yang Baru Soroti Penanganan Karhutla dan Uji Coba Dry Ice
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALWali Kota di Prancis Diserang Pemukim Ilegal Israel di Tepi Barat
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALDonald Trump Ejek Kerusuhan Prancis, Sindir Gelombang Protes Eropa
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSKarhutla Ganggu 2.458 Penerbangan, Ini Hak Penumpang Pesawat
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan