Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Donald Trump Ejek Kerusuhan Prancis, Sindir Gelombang Protes Eropa

Donald Trump mengejek kerusuhan Prancis di tengah gelombang protes biaya hidup yang memicu bentrokan dan kerusakan fasilitas umum.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ejekan terhadap gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan dan aksi anarkis di Prancis, Minggu (18/10/2026).(foto: rmol)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ejekan terhadap gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan dan aksi anarkis di Prancis, Minggu (18/10/2026).(foto: rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan ejekan terhadap gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan dan aksi anarkis di Prancis.

​Di tengah aksi protes masyarakat menentang lonjakan biaya hidup yang diwarnai bentrokan, penjarahan, serta pembakaran fasilitas umum, Trump menyindir kondisi Prancis saat berpidato di depan para pendukungnya.

​“Ayo kita ke Prancis? Tempat yang indah. Tidak ada kerusuhan, tidak ada revolusi. Kau tahu, Prancis sepertinya sangat cocok untuk revolusi. Luar biasa. Ayo kita ke Prancis dan bergabung dengan revolusi,” ujar Presiden AS Donald Trump saat pidato kampanye di Dalton, Georgia, Minggu (18/10/2026).

Pernyataan sarkastik Trump mengemuka usai demonstrasi besar melanda berbagai kota di Prancis pada Sabtu (17/10/2026). Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 550.000 orang turun ke jalan, sementara serikat pekerja CGT mengklaim jumlah peserta mencapai 800.000 orang.

​Eskalasi unjuk rasa tersebut memicu kerusakan parah di sejumlah daerah. Di Kota Limoges, gedung balai kota berusia lebih dari 140 tahun sebagian besar hangus terbakar akibat aksi perusakan oleh demonstran bertopeng. Balai kota Marseille dan Lille turut dirusak, sementara kantor pariwisata Lyon dibakar massa.

​Wakil Presiden AS, JD Vance, turut menanggapi gejolak sosial tersebut dengan menuding kegagalan kebijakan imigrasi dan integrasi di negara-negara Barat sebagai akar masalah.

​“Kaum liberal Barat mengimpor negara-negara dunia ketiga ke Prancis dan negara-negara lain atas nama keberagaman dan belas kasih. Mereka mengabaikan pertanyaan mendasar tentang asimilasi dan kompatibilitas,” tegas JD Vance, seperti dilansir RMOL.

Merespons aksi perusakan fasilitas publik dan penjarahan pertokoan yang meluas, Presiden Prancis menegaskan penegakan hukum tegas tanpa pandang bulu terhadap para perusuh.

​“Mereka yang melakukan vandalisme, menyerang kantor administrasi atau bisnis, atau melakukan penjarahan, bahkan di balai kota kita, akan dituntut dan dihukum,” tegas Presiden Prancis .

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru