Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Nyaris 4.400 Orang Jadi Korban Pelecehan Pastor di Italia Sejak 2020

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Paus Leo XIV memimpin misa perdana saat pelantikannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (18/5/2025). (Foto: Claudia Greco/Reuters)

nusantaraterkini.co, ROMA — Skandal pelecehan seksual di lingkungan Gereja Katolik kembali mencuat di Italia. Sebuah laporan terbaru dari kelompok perlindungan korban gereja, Rete L’Abuso, mengungkap bahwa hampir 4.400 orang menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh pastor dan tokoh agama sejak tahun 2020.

Temuan ini disampaikan pendiri Rete L’Abuso, Francesco Zanardi, pada Jumat (24/10/2025). Ia menjelaskan, data tersebut dihimpun dari laporan para korban, sumber peradilan, serta pemberitaan media.

“Perhitungan ini bukan angka resmi, namun mencerminkan skala permasalahan yang belum tertangani sepenuhnya,” ujar Zanardi, dikutip dari Reuters.

Baca Juga : Polda Sumut Temukan Sopir Bus Medan-Jambi Positif Gunakan Narkoba

Kelompok itu mencatat, ada 1.250 kasus dugaan pelecehan yang berhasil didokumentasikan, dan sebagian besar melibatkan lebih dari satu korban. Para pelaku bukan hanya pastor, tetapi juga biarawati, guru agama, relawan, pendidik, hingga anggota pramuka.

Mayoritas korban adalah anak laki-laki, disusul biarawati, orang dewasa, dan penyandang disabilitas. Hingga kini, terdapat 1.106 pastor yang diidentifikasi sebagai terduga pelaku. Dari jumlah itu, baru 76 orang yang telah diadili oleh gereja, sementara sisanya masih dalam proses penanganan internal atau belum ditindaklanjuti.

Rinciannya, 17 pastor diskors, 7 dipindahkan tugas, 18 dicopot atau mengundurkan diri, dan 5 orang dilaporkan bunuh diri. Sementara itu, Konferensi Para Uskup Italia (CEI) belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan ini.

Baca Juga : Kendaraan Dinas Kejari Binjai yang Dilelang Berseliweran di Marketplace

Dalam laporan terpisah yang diterbitkan Komisi Perlindungan Anak Vatikan pada 16 Oktober 2025, disebutkan hanya 81 dari 226 keuskupan di Italia yang telah mengisi kuesioner mengenai praktik perlindungan anak.

Selama beberapa dekade terakhir, Gereja Katolik terus diguncang skandal pelecehan seksual yang melibatkan para imam di berbagai negara, termasuk tuduhan adanya upaya sistematis untuk menutupi kasus-kasus tersebut.

Sebagai respons, Paus Leo XIV pekan ini bertemu dengan sejumlah penyintas pelecehan seksual di Vatikan. Ia menegaskan agar para uskup tidak lagi menutup-nutupi kasus pelecehan di lingkungan gereja.

Baca Juga : Wakil Rektor II Universitas Darma Agung Ditangkap, Kapolrestabes: 1x24 Jam Diinfokan Kembali

Sebelumnya, Paus Fransiskus — pendahulu Leo XIV — juga dikenal menjadikan isu perlindungan anak dan penegakan keadilan bagi korban pelecehan sebagai prioritas utama selama 12 tahun masa kepausannya.

(Dra/nusantaraterkini.co)