Merdeka yang Tidak Sesuai Dengan Cita-Cita
Merdeka yang Tidak Sesuai Dengan Cita-Cita
Penulis: Juita Sinuhaji
Nusantaraterkini.co, Dalam waktu dekat, negara yang dikenal kaya akan sumber daya alam akan memasuki umur ke-80 tahun atas kemerdekanya, kemerdekaan seperti apa?.
Sejak tahun 1945, negara indonesia dinyatakan merdeka tetapi memasuki angka 80 masih banyak rakyat tidak makan, dilupakan, pembangunan tidak merata, jalan rusak, listrik belum sampai kekampung-kampung,
pejabat korupsi, phk,minyak goreng di oplos, BBM di oplos, jalan dioplos,beras di oplos dan kenaikan pajak.
Apakah ini disebut merdeka? Atau makna dari kemerdekaan itu sudah berubah menjadi menyengsarakan rakyat ?
Atau mungkin sekarang tujuan dari merdeka itu hanya agar bisa menikmati kekuasaan yang diamanahkan rakyat melalui demokrasi dan uang rakyat melalui pajak dengan kedok pembangunan dan kesejahteraan?
Dengan realitas ini, siapa kah yang harus dipercaya membawa indonesia dapat menjadi negara maju, pembangunan merata dan masyarakat yang sejahtera?.
Sampai saat ini, UU Perampasan aset bagi yang melakukan tindakan korupsi belum juga disahkan. Bahkan pemerintah membuat peraturan seenak jidatnya tanpa mempertimbangkan suara hati rakyat kecil.
Beberapa hari lalu, bendahara negara yang mengelola keuangan dari pajak rakyat mengatakan gaji guru jangan dibebankan kepajak melainkan dana sukarelawan. Apakah pendidikan tidak begitu penting di negera ini ?
Miris rasanya mendengar pernyataan yang di sampaikan orang berpendidikan tinggi yang seharusnya memberi harapan bagi masyarakat bahwa hari esok akan lebih baik.
Guru-guru yang mendidik generasi penerus bangsa yang membentuk pola pikir anak-anak yang kelak memimpin negeri ini diperlakukan tidak sepantasnya, lantas dimana tujuan negara yang mengatakan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945 alinea ke 4 itu ?
Persoalan-persoalan ini menyampaikan kepada kita bahwa pola pikir pejabat negeri ini tidak sesuai amanat dari pendiri bangsa ini.
Semoga di momen kemerdekaan ke-80 tahun ini menjadi refleksi bagi seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat akan cita-cita luhur bangsa indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur akan segera terwujud.
(Jas/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAMarkas OPM Egianus Kogoya di Nduga Diserang dari Udara? Ini Kata TNI
hendra·8 menit yang lalu -
SUMSELHerman Deru Beberkan Strategi Program Sultan Muda Tekan Angka Pengangguran di Sumsel
hendra·29 menit yang lalu -
INTERNASIONALSurvei Ungkap 52 Persen Warga Filipina Merasa Tak Berdaya Hadapi Korupsi
Rozie Winata·32 menit yang lalu -
KRIMINALBobol Rumah Kosong di Hamparan Perak, Spesialis Curanmor dan Pencurian Ditangkap Polisi
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALTiga Pemuda di Pematangsiantar Ditangkap Polisi, Bawa 15 Butir Ekstasi Beragam Merek
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALTak Diberi Uang Rokok, Ayah di Deliserdang Aniaya Putri Kandungnya hingga Babak Belur
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTJejak Rel Tempo Dulu: Perjalanan Stasiun Timbang Langkat Menjadi Stasiun Binjai
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELTeknologi Drone Slog Polri Diterjunkan Atasi Karhutla di Pemulutan Ogan Ilir
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALOperasi Sikat I Musi 2026: Polda Sumsel Kerahkan 20 Personel Brimob di Titik Rawan Kejahatan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
INTERNASIONALMenlu Arab Saudi Desak Pemulihan Selat Hormuz seperti Sebelum 28 Februari
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan