Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Mengenal Kepiting Setan, Hewan Beracun Mematikan yang Tewaskan Food Vlogger Asal Filipina

Food vlogger tewas usai makan kepiting setan Zosimus aeneus. Kenali bahaya racun mematikan dan gejala keracunan kepiting beracun.

Bagikan:
Kepiting Setan. (Foto: istockphoto/Raphael Forns)
Kepiting Setan. (Foto: istockphoto/Raphael Forns)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Fenomena konten ekstrem demi meraih perhatian publik kembali memakan korban. Seorang food vlogger asal Filipina, Emma Amit (51), dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi yang dikenal sebagai “”.

Dalam video yang diunggah di media sosial, Emma terlihat berburu kepiting tersebut, lalu memasaknya sebelum akhirnya mencicipinya. Tak lama setelah dikonsumsi, ia mengalami gejala keracunan serius hingga kehilangan kesadaran dan dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, dua hari kemudian nyawanya tidak tertolong. Temannya yang turut menyantap kepiting tersebut juga dilaporkan meninggal dunia.

Kepiting yang dimaksud diduga adalah , spesies kepiting terumbu karang beracun yang hidup di wilayah Indo-Pasifik, termasuk perairan Indonesia.

Seberapa Berbahaya ?

Julukan “kepiting setan” bukan tanpa alasan. Hewan ini mengandung racun mematikan yang tetap aktif meski telah dimasak.

Dua racun utama yang terkandung di dalamnya adalah:

Tetrodotoksin

Neurotoksin kuat yang juga ditemukan pada ikan buntal. Racun ini bekerja dengan menghambat sinyal saraf, sehingga menyebabkan kelumpuhan hingga gagal napas.

Saxitoksin

Racun yang sering dikaitkan dengan keracunan kerang paralitik. Efeknya sangat cepat dan bisa memicu kelumpuhan dalam waktu singkat.

Yang perlu diwaspadai, kedua racun ini tidak hilang oleh panas, sehingga proses memasak tidak membuatnya aman untuk dikonsumsi.

Para ahli menduga racun tersebut berasal dari mikroorganisme atau alga yang dimakan kepiting, bukan diproduksi langsung oleh tubuhnya.

Gejala Keracunan yang Muncul

Efek racun biasanya muncul dalam hitungan jam setelah konsumsi.

Gejala awal:

Mati rasa dan kesemutan di bibir, wajah, atau anggota tubuh

Pusing dan sakit kepala

Mual, muntah, atau diare

Kelemahan tubuh dan kesulitan berbicara

Gejala lanjutan:

Kelumpuhan progresif

Gangguan pernapasan

Detak jantung tidak normal

Penurunan kesadaran hingga koma

Dalam kasus berat, korban dapat mengalami henti napas, yang menjadi penyebab utama kematian.

Penanganan: Tidak Ada Penawar Khusus

Hingga saat ini, belum tersedia antidotum khusus untuk racun pada kepiting ini. Penanganan medis bersifat suportif, seperti:

Pemberian oksigen

Pemantauan fungsi jantung

Bantuan ventilator jika terjadi gagal napas

Terapi cairan infus

Jika pasien mampu melewati fase kritis 24–48 jam, peluang untuk pulih akan meningkat.

Ciri-Ciri Kepiting Setan

Agar tidak salah konsumsi, berikut ciri yang perlu diperhatikan:

Warna cangkang mencolok dengan motif kontras

Hidup di area terumbu karang atau hutan bakau

Ukuran kecil hingga sedang

Sering terlihat menarik namun berbahaya

Kesalahan identifikasi dengan kepiting yang aman dikonsumsi bisa berakibat fatal.

Lain di Indonesia

Selain , beberapa spesies lain yang juga berbahaya antara lain:

Atergatis floridus

Platypodia granulosa

Demania toxica

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tidak semua hewan laut aman dikonsumsi, terutama yang tidak dikenal. Demi konten atau rasa penasaran, risiko yang dihadapi bisa sangat besar—bahkan berujung kehilangan nyawa.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru