Marwan Jafar Tekankan Pentingnya Independensi Gubernur BI yang Baru
Marwan Jafar menegaskan Gubernur BI baru harus menjaga independensi bank sentral demi stabilitas rupiah, inflasi, dan kepercayaan pasar.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR, Marwan Jafar, menegaskan bahwa sosok yang akan ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pengganti Perry Warjiyo harus memiliki komitmen kuat untuk menjaga independensi bank sentral.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI dan selanjutnya Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti akan menggantikan sebagai PLT Gubenur BI.
"Keputusan Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri harus dihormati. Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang. Independensi Bank Indonesia bukan sekadar prinsip kelembagaan, tetapi prasyarat agar kebijakan moneter dapat diambil secara objektif," kata Marwan Jafar, Senin (27/7/2026).
Marwan mengingatkan, independensi Bank Indonesia merupakan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia.
Menurutnya, prinsip tersebut menjadi fondasi agar setiap kebijakan moneter dapat diambil secara profesional demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, tanpa dipengaruhi kepentingan politik jangka pendek.
"BI sebagai bank sentral mempunyai peran vital untuk memastikan pengelolaan moneter dikelola secara profesional demi stabilitas ekonomi sehingga target pertumbuhan ekonomi dicapai secara berkualitas," ujarnya.
Legislator Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu menilai kredibilitas dan independensi Bank Indonesia harus tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ia mengingatkan, melemahnya independensi bank sentral dapat memicu gejolak di pasar keuangan, memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta mengurangi kepercayaan investor.
Karena itu, Marwan meminta proses pemilihan Gubernur BI definitif dilakukan secara transparan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, kompetensi, serta kepentingan nasional.
"Karena itu, proses pemilihan gubernur definitif harus mengedepankan profesionalisme, integritas, kompetensi, dan kepentingan nasional. Sosok yang dipilih harus mampu menjaga kredibilitas Bank Indonesia di mata masyarakat maupun pelaku ekonomi global," tegasnya.
Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu juga berharap proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia berlangsung lancar tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan maupun upaya pengendalian inflasi.
Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, keberadaan bank sentral yang independen dan kredibel menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
RELIGIRibuan Warga Palembang Padati Tabligh Akbar dan Maulid Nabi Bersama UAS di Kambang Iwak
Rozie Winata·23 menit yang lalu -
EKONOMIIHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Analis Ungkap Saham yang Layak Dicermati
hendra·28 menit yang lalu -
KRIMINALPolres Padangsidimpuan Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Ganja, Satu Pelaku Diringkus
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
SEPAKBOLAJohn Herdman Sebut Skuad Garuda Belum Turun dengan Kekuatan Penuh
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIMichael Saylor Peringatkan Sistem Keuangan AS Harus Dibangun Ulang untuk Era AI
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaim Miliki Kendali Penuh, Trump Tolak Usulan Bersyarat Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOMartin Hutabarat: Perubahan UUD Penting Dipahami untuk Menentukan Arah Bernegara
Fadli Tara·9 jam yang lalu -
-
KRIMINALViral Video Dugaan Bullying Siswi SMPN 12 Pematangsiantar, Polisi Langsung Turun Tangan
hendra·10 jam yang lalu -
BADMINTONDua Ganda Putra Indonesia Tembus Semifinal Asian Games 2026, Leo/Daniel Tantang Pasangan Nomor 1 Dunia
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan