Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

BI Diminta Lindungi UMKM dari Jebakan Utang dan Perkuat Sektor Pangan ​

Anggota DPR mendorong BI memperkuat UMKM lewat pembiayaan sehat, digitalisasi, perluasan pasar, serta dukungan sektor pangan dan pertanian.

Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar mendorong penguatan kebijakan BI untuk meningkatkan daya saing dan akses pembiayaan UMKM, Kamis (17/9/2026). (foto:istimewa)
Anggota Komisi XI DPR RI Marwan Jafar mendorong penguatan kebijakan BI untuk meningkatkan daya saing dan akses pembiayaan UMKM, Kamis (17/9/2026). (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA () didesak untuk tidak sebatas berfokus pada stabilitas nilai tukar rupiah dan sistem pembayaran teknis. Bank sentral diminta lebih agresif mengoptimalkan instrumen kebijakannya guna menyehatkan serta memperkuat daya saing sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah () nasional.

​Desakan tersebut dilayangkan oleh Anggota RI, , Kamis (17/9/2026). 

“Memang tugas utama adalah menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem pembayaran, tetapi instrumen kebijakan yang dimiliki BI sangat memungkinkan untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan . Kami mendorong BI agar lebih aktif dan berkontribusi kuat dalam penyehatan UMKM,” ujar Marwan, Kamis (17/9/2026).

Marwan mengatakan, terdapat tiga agenda strategis yang perlu diperkuat, yakni korporatisasi kelembagaan, peningkatan kapasitas produk, serta perluasan akses pembiayaan yang berkeadilan.

Ia menilai persoalan UMKM tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan modal. Aspek tata kelola usaha, legalitas, kapasitas sumber daya manusia, standardisasi produk, hingga kemampuan membangun skala ekonomi juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.

“Pelatihan manajemen SDM, standardisasi produk, digitalisasi, sampai penerapan ekonomi hijau harus menjadi bagian dari penguatan UMKM. Kita ingin UMKM bukan sekadar banyak jumlahnya, tetapi juga sehat, produktif, inovatif, dan memiliki daya saing,” tegasnya.

Marwan juga menyoroti pentingnya memperluas akses perbankan dan pembiayaan inklusif yang sesuai dengan karakteristik bisnis pelaku UMKM. Menurutnya, BI perlu memperkuat sinergi dengan industri perbankan agar penyaluran kredit kepada UMKM benar-benar mampu mendorong pertumbuhan usaha, bukan justru menambah beban utang pelaku usaha.

“Yang kita dorong bukan sekadar pembiayaan diperbesar, tetapi akses pembiayaan yang memungkinkan, aman, dan berkeadilan. UMKM harus mendapatkan akses keuangan yang sehat sehingga modal benar-benar membuat mereka tumbuh,” ujarnya.

Selain pembiayaan, Marwan mendorong BI meningkatkan fasilitasi promosi dan business matching bagi UMKM yang memiliki potensi ekspor maupun bergerak di sektor pariwisata.

Ia menilai perluasan pemasaran melalui kanal digital dapat menjadi salah satu strategi untuk mempertemukan produk UMKM dengan pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

“Fasilitasi pameran internasional, promosi, dan perluasan pemasaran melalui platform e-commerce harus diperkuat untuk UMKM ekspor dan pariwisata. Langkah ini penting agar produk lokal kita mampu menembus pasar global yang lebih luas,” katanya.

Lebih lanjut, legislator asal Jawa Tengah itu meminta BI memberikan perhatian khusus terhadap UMKM yang bergerak di sektor pangan, pertanian, dan perikanan.

Menurut Marwan, sektor tersebut memiliki posisi strategis dalam mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya komponen volatile food, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan.

“Sektor pangan, pertanian, dan perikanan harus menjadi bagian penting dalam strategi penguatan UMKM karena berkaitan langsung dengan pasokan dan stabilitas harga pangan,” ujarnya.

Marwan menilai penguatan UMKM di sektor-sektor produktif tersebut juga dapat membantu memperkuat rantai pasok nasional. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, akses pembiayaan, digitalisasi, hingga perluasan pasar.

Ia berharap sinergi antara BI, perbankan, pemerintah, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar domestik maupun global. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait