Nusantaraterkini.co, BEKASI – Seorang mahasiswi berusia 20 tahun berinisial PAF ditemukan meninggal dunia di sebuah unit apartemen di wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Korban diduga meninggal setelah mengonsumsi obat penggugur kandungan yang diperoleh secara ilegal.
Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, mengungkapkan jenazah korban ditemukan pada Rabu (11/2/2026). Penemuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Menurut Sumarni, korban datang ke apartemen bersama sejumlah rekannya. Di lokasi tersebut, korban diduga mengonsumsi obat aborsi yang dibeli dari jaringan ilegal.
Baca Juga : Indonesia Hadiri Rangkaian Kegiatan ASEAN Tourism Forum 2024 di Laos
“Setelah mengonsumsi obat tersebut, kondisi korban menurun drastis hingga tidak sadarkan diri dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya, Selasa (17/2/2026).
Lima Orang Ditangkap
Dari hasil pengembangan kasus, polisi mengungkap adanya jaringan yang memperjualbelikan obat penggugur kandungan secara ilegal. Sebanyak lima orang telah diamankan, masing-masing berinisial SN alias F, ADY, H, EA, dan NF.
Baca Juga : Program Equity 2025 Diluncurkan, Rektor Harap USU Tingkatkan Penelitian Internasional
Kelima tersangka diduga mendapatkan keuntungan dari penjualan obat yang kemudian dikonsumsi korban. Mereka kini dijerat pasal berlapis, termasuk dugaan pembunuhan berencana, pembunuhan, serta pelanggaran terkait peredaran obat ilegal.
Polisi juga masih memburu satu orang lain berinisial R yang diduga terlibat dalam distribusi obat tersebut.
Polisi Kembangkan Kasus
Baca Juga : Imbangi Dominasi Investor China, Konglomerat Tanah Air Ramai Masuk Bisnis Smelter
Pihak kepolisian memastikan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan peredaran obat ilegal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
Masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini dapat menghubungi call center 110 atau layanan pengaduan CLBK Polres Metro Bekasi.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Wisatawan Dilarang Kunjungi Kyoto Distrik Geisha Jepang, Karena Overtourism?
