Nusantaraterkini.co - Pejabat distrik Kyoto Jepang menyatakan bahwa wisatawan akan dilarang mengunjungi beberapa bagian distrik geisha Jepang. Hal itu lantaran adanya keluhan turis yang berlebihan ketika mengunjungi distrik Kyoto Jepang.
"Kyoto bukanlah sebuah taman hiburan," kata dewan setempat di tengah ketidakpuasan terhadap pengunjung yang terlalu bersemangat membawa kamera dan berharap bisa melihat sekilas geisha terkenal tersebut.
Dilasir dari Kompas.com, dalam Sky News menjelaskan geisha adalah penghibur profesional yang terlatih dalam berbagai seni tradisional seperti tari dan musik serta merupakan bagian ikonik dari budaya Jepang.
Baca Juga : Tiongkok Kokoh Jadi Pemasok Utama, Dominasi 41 Persen Impor Nonmigas Indonesia
Ketika mengunjungi Jepang, wisatawan akan memadati jalan-jalan sempit dan kuno di daerah yang disebut Gion di ibu kota kuno Jepang.
"Seringkali pengunjung mengikuti pemandu wisata yang mengajak orang-orang berkeliling dan memberi ceramah selama berjam-jam," terang pejabat distrik setempat Isokazu Ota, dikutip dari Kompas.com.
"Kami akan memasang tanda pada bulan April yang memberitahu wisatawan untuk menjauhi jalan-jalan pribadi kami," imbuh dia.
Baca Juga : Ekspor Karet Sumut Oktober 2025 Melemah 17,9% (YoY), Terdampak Permintaan Global dan Curah Hujan Tinggi
Sebuah tanda bertuliskan dalam bahasa Jepang dan Inggris: "Ini adalah jalan pribadi, jadi Anda tidak diperbolehkan melewatinya".
Hal ini ditujukan terutama pada pejalan kaki, bukan mobil, karena kata-kata dalam bahasa Jepang secara umum mengacu pada "melewati".
"Akan ada denda sebesar 10.000 yen," tambah tanda tersebut, atau sekitar Rp 1 juta.
Namun, jalan-jalan umum di distrik ini akan tetap terbuka untuk wisatawan, sehingga kawasan ini dan wilayah Kyoto lainnya akan tetap dipenuhi pengunjung, baik dari Jepang maupun seluruh dunia.
Keluhan mengenai “overtourism” dimulai beberapa tahun lalu, namun mereda ketika pandemi Covid-19 yang menurunkan jumlah pengunjung.
Kini, wisatawan kembali heboh setelah pencabutan pembatasan yang telah lama ditunggu-tunggu oleh para wisatawan.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Kompas.com
