Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gurihnya Laksan Kuah Udang Satang Kedai Pempek Ce’ Anie: Menilik Primadona Buka Puasa yang Tembus Pasar Hong Kong

Editor:  hendra
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Laksan kuah udang satang ala dapur Ce' Anie untuk kudapan menu berbuka puasa. Foto: (Tia/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG Aroma rempah yang pekat seketika menyeruak saat kuah santan berwarna kemerahan dituangkan di atas potongan pempek kenyal. Di atasnya, dua ekor udang satang utuh bertengger manis, mempertegas kesan mewah pada semangkuk hidangan tradisional.

Inilah Laksan Kuah Udang Satang, menu andalan ‘Pempek Ce’ Anie yang siap memanjakan lidah warga Palembang pada Ramadan tahun ini.

Laksan bukan sekadar makanan bagi warga Bumi Sriwijaya. Ia adalah evolusi dari adonan ikan yang berpadu harmonis dengan kuah santan pedas gurih.

Baca Juga : PT KAI Izinkan Penumpang LRT Sumsel Buka Puasa di Dalam Kereta Selama Ramadan

Di tangan Ce’ Anie, pemilik gerai Pempek Ce’ Anie yang berlokasi di Jalan Alamsyah Ratu Perwiranegara, kudapan ini naik kelas dengan tambahan kaldu udang yang kuat.

"Laksan ini filosofinya memang dari adonan pempek, tapi diberi kuah merah bersantan. Untuk Ramadan, kami buat spesial dengan tambahan udang utuh agar aromanya lebih kuat dan kandungan proteinnya lebih tinggi," ujar Ce’ Anie saat dijumpai langsung di dapur produksinya, Selasa (17/2/2026).

Kesegaran rasa rempah yang "nendang" membuat permintaan laksan melonjak tajam setiap kali bulan puasa tiba. Bagi banyak keluarga di Palembang, berbuka tanpa kehadiran hidangan bersantan seperti laksan terasa ada yang kurang. Ce’ Anie mengakui bahwa pesanan untuk acara buka bersama selalu membanjiri gerainya.

Baca Juga : Pemilik 3 Ha Ladang Ganja di Empat Lawang Masih Buron, Polda Sumsel Kerahkan Satu Pleton Personel

Namun, Ce’ Anie tak ingin kelezatan ini hanya dinikmati oleh warga lokal. Menyadari tingginya mobilitas masyarakat dan kerinduan perantau akan masakan rumah, ia meluncurkan inovasi laksan beku (frozen) dalam kemasan family pack.

"Banyak yang tidak mau repot, jadi kami sediakan kemasan seharga Rp60.000 yang bisa untuk lima sampai enam orang. Masaknya praktis, tinggal didihkan air seperti masak mi instan, laksan sudah siap santap," jelasnya.

Keuletan Ce’ Anie dalam menjaga kualitas rasa berbuah manis. Produk laksan tenggiri buatannya kini tidak hanya melanglang buana ke berbagai penjuru Indonesia, tetapi juga telah melintasi batas negara.

"Alhamdulillah, selain seluruh Indonesia, kami juga sudah pernah ekspor hingga ke Hong Kong," ungkapnya bangga.

Dengan ketahanan produk mencapai 36 jam di suhu ruang, laksan racikannya menjadi solusi bagi siapa saja yang ingin mencicipi autentisitas rasa Palembang tanpa harus terbang langsung ke sana.

Di balik setiap suap gurih laksan kuah udangnya, ada semangat untuk melestarikan tradisi sekaligus membawanya terbang lebih tinggi ke kancah global.

Bahan dan cara membuat:

Bahan adonan laksan:

Ikan giling 1 kg

Tepung terigu 1/5 kilogram

Air 1 liter

Gula 1 sendok makan

Garam 1 sendok makan

Penyedap rasa 1/2 sendok makan

Bahan kuah:

Santan 1 kg

Cabai merah secukupnya

Bawang merah secukupnya

Bawang putih secukupnya

Ketumbar 1/2 ons

Udang satang secukupnya

Cara membuat:

Satukan semua bahan adonan hingga kalis, laku bentuk menjadi bentuk panjang dan pipih. Kemudian masukkan adonan yang telah jadi ke air mendidih, setelah itu diamkan selama 20 menit. Setelah mengambang, angkat dan tiriskan.

Cara membuat bumbu kuah:

Satukan semua bahan, lalu di blander jadi satu, kemudian tumis bumbu hingga matang. Setelah bumbu di tumis, didihkan air. Kemudian masukan santan, aduk dan tunggu hingga 10 menit. Sambil menunggu, tumis udang hingga mengeluarkan aroma, lalu cemplungkan ke dalam air santan yang mendidih. Setelah semua matang, laksan siap dihidangkan. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)