LPS Pastikan Stabilitas Perbankan Nasional Tetap Kuat Meski Rupiah Berfluktuasi
LPS pastikan sistem perbankan nasional tetap stabil dan likuid di tengah dinamika nilai tukar rupiah dan global
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan fluktuasi nilai tukar rupiah akibat dinamika ekonomi global tidak mengganggu stabilitas sistem perbankan nasional.
Kondisi sektor keuangan domestik dinilai tetap kuat berkat likuiditas terjaga dan koordinasi pengawasan yang solid antarotoritas.
Direktur Eksekutif Perencanaan Strategis, Penganggaran dan Riset LPS, Ridwan Nasution mengatakan, pergerakan nilai tukar merupakan bagian dari dinamika ekonomi global harus diantisipasi secara cermat.
"Fluktuasi nilai tukar merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang harus disikapi secara hati-hati. Yang terpenting adalah memastikan sistem perbankan tetap sehat, likuiditas terjaga, dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan tetap kuat," ujar Ridwan, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, pasar keuangan domestik mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah meredanya ketegangan geopolitik dunia menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Kondisi tersebut tercermin dari penurunan harga minyak dunia ke bawah USD80 per barel, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang turun di bawah 7 persen, serta penguatan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.750 per dolar Amerika Serikat.
Meski demikian, Ridwan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap waspada terhadap berbagai risiko yang masih berpotensi muncul.
"Meskipun demikian, kita tetap harus waspada dengan perkembangan ke depan sampai situasi benar-benar stabil," katanya.
Untuk menjaga ketahanan industri perbankan, LPS terus menjalankan sejumlah langkah strategis. Pertama, melakukan evaluasi berkala terhadap Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) guna mencegah persaingan suku bunga yang berlebihan di sektor perbankan.
"TBP menjadi instrumen penting agar bank tidak terjebak dalam persaingan suku bunga yang berlebihan. Koordinasi antarotoritas terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat," jelas Ridwan.
Langkah berikutnya adalah memperkuat sistem deteksi dini risiko bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), menjaga kecukupan likuiditas melalui pengelolaan dana penjaminan secara prudent, serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai program edukasi seperti Financial Festival.
Ridwan menambahkan, LPS saat ini memiliki bantalan pendanaan yang kuat untuk menghadapi berbagai kemungkinan tekanan terhadap sistem keuangan. Dukungan tersebut berasal dari fasilitas repo dengan Bank Indonesia, penerbitan surat utang, hingga opsi pinjaman pemerintah dalam kondisi tertentu.
"Dengan dukungan sumber daya manusia yang terus diperkuat, kecukupan dana penjaminan, serta koordinasi yang erat bersama KSSK, LPS siap menjalankan mandatnya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan melindungi simpanan masyarakat," pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan