Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Legislator Firman Soebagyo Minta Warga Bijak soal Tren Pengibaran Bendera One Piece

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR Firman Soebagyo. (Foto: dok Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR Firman Soebagyo mengajak masyarakat agar bijak dalam menyikapi tren pengibaran bendeera bajak laut One Piece. 

Ia menyoroti, aksi tersebut dapat memicu beragam interpretasi publik.

Sebelumnya, respon dari berbagai pihak muncul soal pengibaran bendera One Piece mulai dari apresisi terhadap kreativitas hingga kekhawatiran terhadap potensi makna simbolik yang provokatif.

Baca Juga : DPR Minta Tren Bendera One Piece Dihentikan Jelang HUT RI ke-80

Firman mengingatkan, meksipun kebebasan berekspresi dijamin, ekspresi publk tetap harus memperhatikan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.

"Kalau pengibaran bendera One Piece itu hanya sekedar ekspresi seni atau kecintaan terhadap budaya, saya kira tidak perlu disikapi secara berlebihan. Namun, kalau sudah menyentuh simbolik bisa menimbulkan interpretasi sebagai bentuk perlawanan atau bahkan aglitasi tentu harus diwaspadai," katanya, Senin (4/8/2025).

DItambahkan Firman, simbol bajak laut dalam One Piece kerap disosialisasikan dengan perlawanan terhadap ketidakadilan dan status quo. Menurutnya hal itu bisa ditafsirkan berbeda-beda tergantung konteks dan motif pihak yang mengibarkannya.

"KIta tahu, tokoh utama dalam One Piece sering digambarkan melawan sistem korup dan menindas. Kalau kemudian ini dikaitkan dengan kondisi sosial politk di Indonesia, tentu bisa menimbulkan tafsir provkatif. Perlu kedewasaan dari masyarakat untuk menempatkan simbol pada tempat yang tepat," ujar legislator Jateng ini.

Firman mengingatkan, agar kebebasan beerkreasi tidak kebablasan hingga menciptakan kegaduhan sosial.

Baca Juga : Bendera One Piece Viral Dikibarkan Jelang 17an, Formappi: Pesan untuk Penguasa Mengurus Negara Jangan Gimmick

"Ekpresi boleh, tapi harus tetap dalam koridor Pancasila. Jangan sampai simbol budaya luar malah jadi alat untuk memecah belah atau parahnya bisa memicu konflik horizontal. Kita harus cerdas memfilter budaya global," tegas anggota Baleg DPR ini.

Selain itu, Firman mendorong Pemerintah, tokoh masyarakat dan kalangan muda untuk berdialog secara terbuka agar tidak terjadi kesalahan[ahamann yang bisa merugikan keutuhan bangsa.

(Cw1/Nusantaraterkini.co)