Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Laporan OIKN, Investasi Swasta di IKN Tembus Rp45 Triliun 

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Nanda Prayoga
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2023). (Foto: Nanda Prayoga)

Laporan OIKN, Investasi Swasta di IKN Tembus Rp45 Triliun 

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Berdasarkan laporan dari Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), investasi dari pihak Swasta di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah tembus mencapai Rp45 triliun.

Baca Juga : Memilukan! Mantan Menteri PUPR RI Dijuluki Menteri Termiskin: Hidup Melarat di Masa Tua, Listrik Rumahnya Diputus

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan, angka ini terhitung pada September sampai dengan Desember 2023.

Baca Juga : Menteri PUPR Basuki Pilih Jadi Dosen Hidrogeologi Usai Pensiun

"Berdasarkan laporan OIKN, besaran investasi swasta yang masuk dari bulan September hingga Desember 2023 adalah Rp45 Triliun,” katanya pada rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2023).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur dasar di IKN juga telah memberikan dampak positif dengan masuknya investasi swasta, antara lain pembangunan rumah sakit, hotel, kantor, komersial dan retail serta Pusat pengembangan olahraga.

Baca Juga : Presiden Prabowo Lantik Pejabat Baru, Fokus KPU dan IKN

Selain itu, sambungnya, dukungan infrastruktur dasar IKN dialokasikan sebesar Rp25,32 triliun termasuk pada Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, Ditjen Perumahan, dan Ditjen Bina Konstruksi.

Baca Juga : Kabar Prabowo Tunjuk Basuki Hadimuljono jadi Kepala Otorita IKN, Ini Kata DPR

Adapun jumlah tersebut, papar dia, yakni Ditjen Sumber Daya Air senilai Rp1,05 triliun, Ditjen Bina Marga senilai Rp9,72 triliun yang salah satunya pembangunan Jalan Tol IKN 3A, 3B, dan 5A.

Kemudian Ditjen Cipta Karya senilai Rp11,30 triliun, Ditjen Perumahan senilai Rp4,22 triliun dan Ditjen Bina Konstruksi senilai Rp0,03 triliun yang diantaranya pelatihan dan sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) di IKN dan manajemen pengadaan barang dan jasa terkait kinerja UKPBJ IKN.

Sementara itu, pada dukungan infrastruktur IKN pada periode 2020 sampai dengan 2024, Basuki menyebutkan, memakan jumlah paket fisik dengan total 85 paket dengan total pagu anggaran senilai Rp60,99 triliun, sedangkan untuk peningkatan progres fisik senilai 22,18 persen.

"Dari total 85 paket itu, Ditjen Cipta Karya menyumbang angka paling banyak dengan 33 paket, kemudian Ditjen Bina Marga dengan 29 paket, Ditjen Sumber Daya Air dengan 15 paket, dan Ditjen Perumahan dengan 8 paket," pungkasnya.

(mr6/Nusantaraterkini.co)