Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Lansia dan Penyandang Disabilitas Diwacanakan dapat MBG, Komisi IX: Optimalkan Perbaikan Program MBG

Menteri Sosial (Mensos) mewacanakan perluasan sasaran makan bergizi gratis (MBG) ke para lansia dan penyandang disabilitas.

Arzeti Bilbina (Foto: dok.istimewa)
Arzeti Bilbina (Foto: dok.istimewa)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – () mewacanakan () ke para dan .

mengingatkan, Pemerintah sebaiknya mengoptimalkan tata laksana program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut mengingat saat ini masih banyak kasus keracunan maupun makanan basi.

“Tentu kami mendukung jika program tidak hanya menyasar siswa sekolah dan ibu hamil saja, tetapi juga penyandang difabel dan . Kendati demikian kami meminta agar program yang saat ini sedang berjalan dengan sasaran peserta didik dan ibu hamil dioptimalkan termasuk meminimalkan potensi keracunan dan makan basi yang banyak terjadi di berbagai daerah,” ujar Arzeti, Jumat (7/11/2025).

Usulan pemberian MBG untuk Lansia dan sebelumnya disampaikan Syaifullah Yusuf. Usulan ini telah disampaikan Syaifullah Yusuf ke Presiden Prabowo Subianto. Gus Ipul menyampaikan bahwa program ini akan menyasar sekitar 100.000 lansia dan lebih dari 30.000 penyandang disabilitas.

Arzeti mengatakan saat ini program MBG mendapatkan sorotan dari banyak kalangan. Berbagai kasus keracunan hingga makanan basi bahkan membuat sejumlah wali murid menolak pemberian MBG untuk anak-anak mereka. “Kasus-kasus inilah yang harusnya jadi fokus perbaikan program. Jangan kemudian muncul usulan lebih dulu,” kata legislator dapil Jatim ini.

Dia menegaskan masih sering ditemui kasus keracunan makanan yang terjadi selama pelaksanaan program MBG mencederai amanah Presiden Prabowo yang menginginkan anak-anak Indonesia mendapatkan pangan bergizi. Apalagi juga muncul kasus kehilangan rekening senilai Rp1 miliar milik SPPG di Batujajar, Bandung, turut berpengaruh terhadap berhentinya operasional pemberian MBG di kawasan tersebut.

Arzeti berharap, sebelum program ini diperluas ke penerima manfaat lainnya, permasalahan tata kelola harus diselesaikan agar tidak kembali terulang. “Kami optimis, dengan adanya program MBG ini, manfaatnya akan dirasakan oleh generasi masa depan. Namun, memastikan semua berjalan lancar dan tepat sasaran adalah prioritas utama,” tambah Arzeti.

Ia juga menyampaikan bahwa jika program ini diperluas ke lansia dan penyandang disabilitas, risiko keracunan dan masalah tata kelola lainnya diharapkan dapat diminimalkan. “Kami tidak ingin lagi ada kejadian yang merugikan tidak hanya anak-anak, tetapi juga lansia dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, kami mohon agar seluruh proses pengelolaan berjalan aman dan tertib,” tegas mantan model ini. 

(cw1/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru