Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kunjungan Pasien HIV/AIDS di Pirngadi Turun

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istockphoto)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Jumlah kunjungan pasien HIV/AIDS yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, dalam kurun waktu 6 bulan ini mengalami penurunan drastis.

Hal ini dikatakan Kepala Tim Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, kepada wartawan, Rabu (5/12/2024).

Baca Juga : RSUD Pirngadi Medan Bakal Terima Sejumlah Alat Medis Canggih dari Kemenkes

Menurut Gibson, jumlahnya sangat jauh di bawah 600 pasien perbulan dari awal Januari hingga April 2024.

Baca Juga : RS Pirngadi Medan Layani 1.127 Pasien di Awal 2026, Kunjungan Rawat Jalan Meningkat

"Kata perawat bagian HIV jumlah pasiennya turun sejak itu (Mei 2024)," sebutnya.

Namun Gibson tidak berani mengungkapkan kenapa kunjungan pasien HIV/AIDS ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan itu menjadi sepi.

Baca Juga : 127 Orang Manfaatkan UHC Prioritas di RSU Haji Medan

"Kalau pelayanannya tetap kita lakukan seperti biasa," ujarnya.

Baca Juga : Cegah Penularan HIV/AIDS di Kalangan Pelajar, Dinkes Sumsel Gencarkan Edukasi Seks Aman

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Medan, mencatat warga Kota Medan yang terinfeksi virus HIV/AIDS sebanyak 9.878 orang.

"Dari jumlah tersebut, 5.813 orang sedang menjalani pengobatan dengan terapi antiretroviral (ARV)," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Yuda Pratiwi Setiawan.

Baca Juga : Komplikasi HIV AIDS yang Perlu Diketahui, Selain Linglung, Gelisah juga Merupakan Tandanya

Yuda menyampaikan, terdapat 55 anak di Kota Medan yang saat ini hidup dengan status HIV positif. Hal ini menjadi perhatian serius untuk mengurangi angka penularan, terutama dari ibu ke anak.

"Tes HIV pada ibu hamil menjadi langkah penting, terutama bagi kehamilan pertama. Jika status HIV ibu diketahui sejak awal, langkah pencegahan dapat dilakukan untuk memutus rantai penularan dari ibu ke anak," ujarnya.

Selain itu, Yuda menekankan pentingnya edukasi dan tes HIV bagi calon pengantin. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko penularan di masa depan.

(zie/Nusantaraterkini.co)