Kronologi Lengkap Polisi Tendang Kepala ODGJ di Labuhanbatu, Bermula dari Motor yang Dibakar
ODGJ tersebut menghampiri sepeda motor Bripka J dengan membawa satu botol bensin dan pemantik api. Kemudian, dia menyiramkan bensin dan langsung me..
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kasus viral yang menampilkan perilaku seorang personel Polres Labuhanbatu, berinisial Bripka J, menendang kepala orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), masih menjadi sorotan.
Dalam keterangan tertulis Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol Yudhi Surya, menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi tepat di Simpang Pos Satlantas Polres Labuhanbatu, Kelurahan Rantau Prapat, pada Kamis (6/3/2025).
Mulanya ODGJ tersebut menghampiri sepeda motor Bripka J dengan membawa satu botol bensin dan pemantik api. Kemudian, dia menyiramkan bensin dan langsung memantik api, sehingga motor tersebut terbakar.
"Setelah itu dia (ODGJ) langsung melarikan diri. Dan coba dikejar oleh petugas," ucap Yudhi, Jumat (7/2/2025).
Saat peristiwa itu, Personel lain bernama Rully Apriyandika, yang juga sedang berada di lokasi dan menyaksikan aksi tersebut. Kemudian, Rully memberi tahu kejadian itu ke Bripka J.
Selanjutnya, mereka mencoba mengejar ODGJ yang telah kabur sebelumnya. Kata Yudhi, kejadian itu juga terekam oleh kamera CCTV.
Yudhi juga menambahkan, saat petugas mengejar, ODGJ tersebut melawan dengan menyiramkan bensin tersebut ke arah petugas.
Beruntung, lanjut Yudhi, petugas langsung mengamankan ODGJ itu, serta barang buktinya.
Lalu, aksi Bripka J yang menendang kepala ODGJ itu, dibenarkan oleh Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani. Aksinya itu, terjadi karena Bripka J kesal motornya dibakar.
"Jadi ODGJ itu awalnya membakar sepeda motornya (Bripka J). Jadi ada bawa bensin wanita ODGJ itu, dan disiramkannya bensin itu lalu dibakarnyalah motor itu. Jadi kan namanya motor terbakar, dia (Bripka J) spontan melakukan tindakan itu," kata Siti.
Dan saat ini, Bripka J telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf saat diproses oleh Polres Labuhanbatu.
Di lain pihak, Nurhayati, selaku ibu korban, mengatakan jika ODGJ tersbut adalah anaknya yang bernama Elvi Yani. Saat diwawancarai Nurhayati mengaku telah mengetahui hal yang dialami anaknya lewat rekaman video.
"Saya sudah tahu kejadiannya. Minta tolonglah saya, kalau bisa janganlah sampai seperti itu (menganiaya). Itu anak saya yang nomor 2 itu," ujar Nurhayati sambil membendung tangis.
Nurhayati juga membenarkan, jika Elvi Yani mengalami gangguan kejiwaan. Kepada Kapolri dia meminta keadilan, saat bersamaan Nurhayati berharap kejadian itu tidak pernah terjadi.
"Itu anak saya dilahirkan ke dunia. Memang ada kurang-kurangnya (gangguan mental)," ujar Nurhayati.
Namun, Nurhayati, hanya mengharapkan sikap yang adil terkait kejadian yang dialami sang anak.
"Saya berharap sebagaimana baiknya. Kalau saya apala daya upaya saya, tinggalpun masing numpang," tutur Nurhayati.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKPengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot
Rozie Winata·33 menit yang lalu -
-
SUMSELKinerja Penyerapan Tinggi, Menteri PKP Setujui Tambahan 3.000 Unit Rumah Subsidi untuk Sumsel
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWATragis! Pria 64 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Kertapati Palembang
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIReshuffle Kabinet Jadi Bayang-Bayang IHSG, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALPutra Mahkota Arab Saudi: Dunia Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAOle Romeny Ungkap Duel Kontra Bangladesh Jadi Laga Paling Emosional Sepanjang Kariernya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KESEHATANRSU Haji Medan Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi: Pasien BPJS dan Umum Dilayani Setara
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALSarmuji Jadi Menteri Perindustrian, Eva Monalisa: Program Strategis Harus Dikebut, Jangan Terputus
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan