Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kontraktor di Bantul Gelapkan Mobil Rental Langganan gegara Proyek Merugi

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi

nusantaraterkini.co, BANTUL - Seorang kontraktor bernama Mujiono (46) asal Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta menggelapkan mobil rental langganannya di Kapanewon Pandak, Kabupaten Gunungkidul.

Pelaku nekat melakukan aksi tersebut diduga lantaran proyek yang dikerjakannya merugi.

"Sebelumnya sudah kenal dengan pemilik mobil. Bisa dikatakan orang kepercayaan dalam arti karena yang bersangkutan sering merental. Tapi disalahgunakan oleh yang bersangkutan dengan rangkaian kebohongan," kata Kapolsek Pandak, Iptu Wahyu Tri Handono, di Polres Bantul, Kamis (1/8/2024).

Baca Juga : Bahas Pembangunan, Lintas Asosiasi Konstruksi di Madina Audiensi dengan Bupati

Awalnya pada November 2023 lalu Mujiono meminjam BPKB mobil ke korban untuk digadaikan senilai Rp 20 juta. Saat itu korban memberikan izin, tetapi Mujiono justru menggadaikan BPKB sebesar Rp 100 juta.

"Korban merasa tertipu sudah diberi kepercayaan pinjam dengan Rp 20 juta tadi tapi digelembungkan Rp 100 juta," bebernya.

Meski sudah ada kejadian tak menyenangkan, korban masih memberikan kepercayaan kepada Mujiono saat merental. Nahas, mobil Toyota Avanza putih yang direntalkan justru digadaikan oleh Mujiono.

Baca Juga : KPK OTT di Medan, Kantor Kontraktor di Padangsidimpuan Ikut Disegel

"Mei 2024 pinjam mobil dengan maksud dirental. Kepepet atau apa namun oleh yang bersangkutan rental tidak dibayar 3 bulan," katanya dikutip kumparan.

Korban sempat mencari Mujiono yang tiba-tiba menghilang. Pada 20 Juli Mujiono ditemukan dan kasus langsung dilaporkan ke Polsek Pandak.

"Pelaku menyewa kendaraan korban dan menggadaikan senilai Rp 30 juta tanpa izin," katanya.

Hasil penelusuran polisi mendapati mobil sudah digadaikan di Playen, Gunungkidul. Mobil berhasil diamankan sebagai barang bukti.

"Sesuai Pasal 378 dan atau 372 KUHP ancaman hukuman 4 tahun tahun," katanya.

Mujiono terpaksa menggelapkan mobil rental milik teman yang dia kenal sejak 2018 karena kepepet. Dia punya usaha kontraktor kecil-kecilan tapi merugi. Sehingga dia butuh uang.

"Butuhnya banyak waktu itu, untuk kebutuhan usaha awalnya. Saya usaha di bangunan, cuma kecil-kecilan kondisinya terpuruk. Ini kepepet untuk hidup, bayar utang ada sebagian," kata Mujiono.

(Dra/nusantaraterkini.co).