Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kontrak Hutama Karya Naik 22 Persen

PT Hutama Karya (Persero) membukukan laba bersih konsolidasi mencapai 174,96 persen dari targer Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

Bagikan:
PT Hutama Karya (Persero) membukukan laba bersih konsolidasi mencapai 174,96 persen dari targer Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Sementer I 2026. (Dokumentasi PT Hutama Karya)
PT Hutama Karya (Persero) membukukan laba bersih konsolidasi mencapai 174,96 persen dari targer Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Sementer I 2026. (Dokumentasi PT Hutama Karya)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - PT (Persero) membukukan laba bersih konsolidasi mencapai 174,96 persen dari targer Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Sementer I 2026.

Capaian tersebut ditopang segmen pengoperasian Trans Sumatera () yang kini menjadi kontributor laba utama, seiring keputusan perusahaan lebih selektif dalam mengambil kontrak konstruksi demi menjaga kualitas neraca.

Capaian laba Semester I 2026, kata Direktur Utama Koentjoro menyatakan bahwa transformasi Hutama Karya berjalan pada arah yang tepat. Saat kontribusi semakin besar sebagai sumer pedapatan berulang, Hutama Karya tetap disiplin menjaga kualitas order book dan kesehatan neraca.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi unaudited per 30 Juni 2026, katanya, nilai kontrak baru yang diperoleh sepanjang Semester I 2026 sebesar Rp 6,30 trilliun atau naik 22,1 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu.

“Perolehan tersebut berasal dari proyek jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, serta Operation & Maintenance (O&M) ,” katanya, Rabu (22/7/2026).

Selain itu, kata Koentjoro, ekuitas perusahaan juga naik 2,30 persen YoY dan mencapai 101,49 persen dari target RKAP. “Sementara utang turun 11,49 persen YoY,” ujarnya.

Penurunan tang, katanya, melanjutkan tren deleveraging yangberjalan sejak 2024 dan memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Mengenai berapa pendapatan setelah mengalami kenaikan laba bersih, Direktur PT Hutama Karya menjelaskan pendapatan tercatat 81,83 persen dari target RKAP.

“Capaian ini melanjutkan tren Triwulan I 2026 yang juga melampaui target,” katanya.

Struktur laba ini, masih dikatakan Koentjoro, mencerminkan pergeseran model bisnis Hutama Karya dari kontraktor murni menuju pengembang sekaligus operator infrastruktur, dengan porsi pendapatan berulang (recurring) yang membesar seiring bertambahnya ruas tol operasi. 

Adapun rasio harga pokok penjualan (HPP) tercatat 81,86 persen dari pendapatan, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari segmen pengoperasian jalan tol dan anak usaha.

Order book perusahaan hingga akhir Triwulan II 2026 tercatat naik 6,24 persen dibandingkan posisi Triwulan I 2026, dengan mayoritas berasal dari proyek pemerintah. 

Pada penugasan strategis, Hutama Karya menambah 24,4 km ruas tol baru sepanjang Triwulan II 2026, yakni  Betung–Jambi (16,8 km), Palembang–Betung (4,5 km), dan Rengat–Pekanbaru (3,1 km) atau  2,4 kali lipat dibanding penambahan 10,1 km pada Triwulan I 2026.

Dengan demikian, kumulatif JTTS yang telah dibangun mencapai 1.117,6 km. Ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada akhir 2026. 

Sementara, dari sisi operasional, trafik JTTS terus menunjukkan tren positif. “Pada Semester I 2026 trafik JTTS tercatat 17 juta kendaraan, naik 16 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kinerja Semester I 2026 mencerminkan transisi Hutama Karya dari orientasi pertumbuhan volume menuju kualitas laba dan kesehatan neraca. 

“Laba yang melampaui target, kontrak baru yang tumbuh 22,1 persen, serta utang yang terus menurun menempatkan perusahaan pada posisi lebih siap menghadapi paruh kedua 2026,” pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru