Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kompolnas Tegaskan Winda Tewas Akibat Luka Tembak, Bukan Kekerasan

Kompolnas menyatakan hasil pemeriksaan 96 foto jenazah Winda Lorenza Gowasa tidak menunjukkan tanda kekerasan dan mendukung dugaan luka tembak.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam (dua dari kiri) bersama kepolisian menjelaskan hasil penyelidikan kematian Winda Lorenza Gowasa, di Medan, Rabu (23/9/2026).(foto: istimewa)
Komisioner Kompolnas Choirul Anam (dua dari kiri) bersama kepolisian menjelaskan hasil penyelidikan kematian Winda Lorenza Gowasa, di Medan, Rabu (23/9/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Komisi Kepolisian Nasional () yakin tewas akibat luka tembak. Mereka tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mantan istri Brigadir Imansyah Harefa, anggota Polsek Medan Sunggal tersebut.

Keyakinan itu didapat setelah meneliti 96 foto kondisi jenazah Winda. Foto-foto tersebut diperiksa mulai sebelum jenazah menjalani autopsi hingga proses autopsi selesai.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam mengatakan, foto sebelum autopsi menjadi salah satu dasar untuk melihat apakah terdapat luka akibat kekerasan pada tubuh Winda.

"Kami cek foto sebelum autopsi, bahkan sebelum masuk ruang jenazah masih di kantong, belum dikeluarin, sampai ada tindakan autopsi," kata Anam dalam paparannya di Polrestabes Medan, Rabu (23/9/2026).

Dari foto tersebut, kata Anam, bagian dada hingga perut Winda masih terlihat bersih sebelum autopsi. Sedangkan jahitan yang kemudian terlihat pada bagian tubuh tersebut merupakan bekas tindakan autopsi.

"Menunjukkan bagian dada banyak jahitan macam-macam. Itu karena tindakan autopsi. Karena belum ada tindakan autopsi, ya itu bersih," ujarnya.

Kompolnas juga mencocokkan foto tersebut dengan keterangan dokter forensik yang melakukan autopsi terhadap Winda.

Salah satu yang didalami adalah kondisi mata Winda yang terlihat lebam. Anam mengatakan, dokter forensik menjelaskan bahwa pada bagian mata tidak ditemukan pendarahan akibat benturan dari luar

"Kami ditunjukkan tindakan membuka pupil matanya. Terutama di bagian tidak ada pendarahan. Jadi bersih. Kalau mau membedakan terpukul atau terbentur, kalau merah ada benturan dari luar. Nah itu enggak," katanya.

Menurut Anam, kondisi pada mata tersebut berkaitan dengan luka tembak yang dialami Winda. Luka tersebut dapat memutus aliran darah dan saraf hingga menyebabkan bagian mata terlihat lebam.

Anam juga menyinggung perubahan warna pada kuku Winda. Menurut dia, kuku yang membiru merupakan kondisi yang dapat terjadi ketika seseorang meninggal akibat kekurangan oksigen.

"Termasuk di kuku dijelaskan ciri-ciri siapa pun yang meninggal kalau kekurangan oksigen, ininya (kuku, Red) akan membiru. Semakin lama semakin biru," ujarnya.

Selain kondisi tubuh Winda, Kompolnas juga mendalami hasil uji balistik senjata yang berkaitan dengan kematiannya.

Anam mengatakan, hasil uji balistik menunjukkan peluru yang ditemukan memiliki kecocokan dengan senjata yang diuji.

"Antara peluru yang digunakan dengan sidik jari holistiknya identik," katanya.

Kompolnas kemudian mengecek keberadaan jelaga atau residu sisa tembakan. Anam mengatakan, hasil pemeriksaan tersebut masih sesuai dengan penjelasan yang mereka dapatkan.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan hasil pemeriksaan residu menemukan sisa mesiu pada jari tangan, tubuh, dan pakaian Winda. Ia menyebut residu mesiu tersebut tidak ditemukan pada tangan mantan suami Winda. 

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru