Kesulitan Dapat Hasil Autopsi, Keluarga Winda Lorenza Gowasa Desak Bareskrim Ambil Alih Penyelidikan
Keluarga Winda Lorenza Gowasa mendesak Bareskrim Polri mengambil alih penyelidikan karena kesulitan memperoleh hasil autopsi.
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Keluarga mendiang Winda Lorenza Gowasa mendesak Bareskrim Polri mengambil alih penyelidikan kasus kematian perempuan tersebut. Desakan itu disampaikan karena keluarga mengaku masih kesulitan memperoleh dokumen autopsi, meski penyelidikan kematian mantan istri Brigadir Imansyah Harefa, itu telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI.
Kuasa hukum keluarga, Utreck Ricardo Siringoringo, mengatakan, pihaknya hingga kini belum menerima salinan dokumen resmi dari kepolisian, terutama hasil autopsi lengkap. Padahal, sejak 4 Agustus lalu Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak telah menyampaikan Winda meninggal karena bunuh diri.
Ricardo menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan salah satu hasil RDP Komisi III DPR RI di Senayan yang meminta kepolisian memberikan akses informasi dan dokumen penanganan perkara kepada keluarga korban.
“Faktanya tidak ada. Semalam saya telepon Kapolres, Kasat, Waka Polres, semuanya sibuk. Semua sibuk atau sok sibuk. Masa iya Kasat sibuk, Kapolres tidak membalas?” katanya, Rabu (19/8/2026).
Tak hanya meminta hasil autopsi, keluarga bersama familinya yang juga mantan anggota DPRD Sumut, Sumbamo Bulolo juga telah mendatangi Polrestabes Medan untuk meminta surat kematian Winda. Namun, kata Ricardo, mereka belum mendapatkan dokumen itu meski telah menunggu selama dua jam.
“Jadi omon-omon kan. Padahal kalau di depan bapak-bapak Komisi III DPR sudah macam betul aja, macam baik kali datang menyalami kami. Sudah, tarik saja ke Mabes Polri. Bentuk tim khusus yang memang bisa berkolaborasi,” ujarnya.
Menurut Ricardo, keterbukaan dokumen diperlukan karena keluarga masih mempertanyakan dasar kesimpulan polisi yang menyebut Winda meninggal karena bunuh diri. Keraguan itu muncul karena masih banyak hal yang belum terjawab, di antaranya ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuh Winda, mulai dari kepala hingga kaki.
Tak hanya soal luka lebam, keluarga hingga kini juga belum mengetahui secara pasti kapan ibu dua anak tersebut meninggal dunia. Selain itu, famili Winda juga ingin mengetahui kapan Winda dan Imansyah sudah bercerai. Sebab, menurut Ricardo, Winda yang berasal dari Nias pihak keluarga besarnya merasa tidak pernah mendapat informasi itu.
“Kita sama-sama tahu, kalau ada kasus apalagi gaduh biasanya polisi mengadakan rilis, ini gak ada, bahkan jenis pistolnya apa gak pernah diperlihatkan,” keluhnya.
Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan, jajaran kepolisian telah menindaklanjuti hasil RDP tersebut. Ia menyebut supervisi terhadap penanganan perkara juga telah dibentuk sebelumnya.
“Kepolisian sudah bekerja, diminta supervisi, sebenarnya kami sudah membentuk sebelum ada RDP. Jadi kami profesional melaksanakan semua apa yang sudah menjadi hasil RDP,” tandasnya.
Winda Lorenza Gowasa ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam kamar mandi rumah mantan mertuanya yang berlokasi di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.
Kepolisian awal menyimpulkan Winda Lorenza Gowasa bunuh diri karena depresi atau masalah batal rujuk. Sedangkan, Pihak keluarga menolak mentah-mentah narasi bunuh diri dan menduga Winda merupakan korban pembunuhan atau penganiayaan. Hingga kini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan.
(Ton/Nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan