Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Keterlibatan aktif para penyandang disabilitas pada industri batik butuh dukungan para pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah untuk meningkatkan potensi dan kreativitas yang mereka miliki.
"Pemerintah Daerah dan Kemenparekraf harus memberikan dukungan dengan memberikan kesempatan dan mengakomodasi sejumlah kebutuhan khusus kepada para penyandang disabilitas agar bisa berperan aktif dalam keseharian untuk meningkatkan produktivitas mereka," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, Senin (5/8/2024).
Baca Juga : Fraksi Golkar, MPR Fokus Pendidikan dan Obligasi Daerah Sepanjang 2025-2026
Menurut Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, batik yang di masa lalu lekat dengan budaya, saat ini berkembang memiliki nilai ekonomi dengan berbagai nilai tambah yang dimiliki sebagai sebuah produk industri kreatif.
Baca Juga : MPR Dorong Kemudahan Akses Lapangan Kerja bagi Disabilitas
Industri kreatif seperti batik, tambahnya, dapat menjadi media bagi para penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi dan bakat yang mereka miliki.
Selain itu, Rerie juga mengingatkan, dalam upaya pengembangan industri kreatif seperti batik jangan lupa membangun jejaring dan hubungan dengan melibatkan secara aktif teman-teman difabel dalam berbagai kegiatan.
Baca Juga : Kasus Kekerasan Sekolah Melonjak, Regulasi Baru Dinilai Tak Cukup jika Tanpa Eksekusi Nyata
Rerie berpendapat kolaborasi tiga sektor yaitu pemerintah, masyarakat dan sektor swasta juga harus dibangun dengan baik agar pengembangan batik oleh para penyandang disabilitas dapat berkelanjutan.
Baca Juga : MPR Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pelestarian Budaya Nasional
(cw1/Nusantaraterkini.co)
