Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kejuaraan Pencak Silat Dunia Edisi Ketiga di Gelar di Sumut, Pemerintah Ingin Lestarikan Budaya ke Dunia

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Momen pembukaan kejuaraan pencak silat dunia edisi ketiga di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada Senin (4/8/2025) (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi wilayah luar pulau Jawa yang menjadi tuan rumah gelaran 3rd International Pencak Silat Indonesia Open hari ini, Senin (4/8/2025).

Kejuaraan pencak silat bertaraf internasional ini melibatkan 20 negara asing yang siap berlaga hingga Minggu (10/8/2025) mendatang.

Bertempat di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jalan Williem Iskandar, Kota Medan. kompetisi selama sepekan ini menjadi ajang bergengsi bagi para pesilat dunia yang mewakili negara masing-masing.

Baca Juga : Sumut jadi Tuan Rumah Pencak Silat Championship 2025, Bobby Nasution Janji Bakal Support Penuh

Acara pembukaan dimulai pukul 09.50 WIB dengan antusiasme tinggi dari ratusan peserta yang telah siap bertanding, serta para penonton yang memadati tribun penonton.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, hadir bersama Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam pembukaan resmi kejuaraan ini.

“Kita ketahui jika pencak silat ini adalah warisan budaya bangsa yang telah menyebar di mancanegara,” kata Taufik dalam sambutannya.

“Namun, pencak silat belum menjadi cabang olahraga utama di multi event dunia, Asian Games dan Olimpiade. Meski prestasi pencak silat di Indonesia sangat membanggakan. Pemerintah sangat mendukung kejuaraan ini,” sambungnya.

Dilain sisi, Ketua Panitia, Johny Marpaung, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan menjadi titik penting untuk memperkuat dan melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan hidup bangsa.

Baca Juga : Berduka atas Wafatnya Eddie Nalapraya, Prabowo: Patriot Sejati dan Pejuang Pencak Silat Indonesia

Ada sebanyak 20 negara asing yang mengikuti kejuaraan ini dengan total peserta sebanyak 145 orang mewakili negara masing-masing.

“Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya sekaligus membangun kebudayaan lewat pencak silat,” kata Johny.

Seremonial diawali dengan lagu kebangsaan, patriotik hingga doa bersama, mengawali momentum kebangkitan budaya Indonesia melalui pencak silat, seni bela diri asli nusantara yang diwariskan lintas generasi.

Diakhir acara pertunjukan seni tari multi etnis juga turut ditampilkan serta ditutup dengan penampilan penyanyi Batak Osen Hutasoit.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)