Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kedai Takjil Terapung di Kota Binjai, Sajikan Kue-kue Tradisional Sambil Nikmati Suasana Persawahan

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kedai Takjil Terapung di Sawah Lukis, Gang San Asmat, Desa Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara, Sabtu (23/3/2024).

Nusantaraterkini.co, BINJAI - Kedai Takjil Terapung di Sawah Lukis, Gang San Asmat, Desa Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Gak berbeda dengan tahun sebelumnya, Kedai Takjil Terapung di Sawah Lukis, memiliki konsep yang sama, yaitu menjual menu bukaan puasa diatas perahu.

Sedangkan, Sawah lukis merupakan salah satu lokasi wisata populer di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Baca Juga : Aliansi Pemuda- Mahasiswa Binjai Protes Pengangkatan Kadis PUPR

Di Kedai Takjil Terapung sendiri, menyediakan berbagai kue-kue dan kudapan yang bisa disantap saat waktu berbuka puasa tiba.

Kue-kue tradisional seperti timpan Aceh, lemper, kue nona, dan masih banyak lagi. Juga ada sate padang dan bakso. Untuk harga, enggak bikin kantong bolong.

Apalagi, selain berburu takjil, pengunjung juga bisa menikmati suasana persawahan dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

Baca Juga : Cerita Driver Ojek yang Terdampak Gangguan Pasokan BBM: Terpaksa Matikan Aplikasi Lantaran Tak Dapat Bensin

Lokasi Kedai Takjil Terapung tepat di dekat Sawah Lukis dan Taman Selfie Reborn. Tentunya, setelah selesai berburu takjil, bisa melipir ke 2 lokasi wisata yang terletak di areal persawahan tersebut.

Founder Sawah Lukis, Ahmadi mengatakan, Kedai Takjil Terapung kali ini hampir sama dengan yang dihadirkan pada Ramadan 1444/2023, yang saat itu bernama Pasar Terapung. Ini merupakan atraksi wisata kuliner.

Konsepnya, pedagang berjualan takjil di atas perahu. Penjualnya adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berasal dari sekitar Sawah Lukis. Ada yang berjualan langsung, dan ada juga yang hanya menitipkan produknya.

Baca Juga : Pesan Kue Bercampur Ganja dari Kota Medan, 2 Mahasiswa di Makassar Ditangkap

"Jajanan yang dijual di Kedai Takjil Terapung ini dari masyarakat dan para pelaku UMKM. Kita sediakan wadah untuk mereka," ujar Ahmadi, Sabtu (23/3/2024).

Bagi yang penasaran dan ingin ngabuburit menjelang berbuka, Kedai Takjil Terapung hanya berjarak sekitar 8 Kilometer (Km) dari pusat Kota Binjai, dengan waktu tempuh 15 menit. Sedangkan jika dari Kota Medan, waktu tempuh berkisar 1 jam.

"Kedai Takjil Terapung mulai buka pukul 16.00 WIB hingga jelang waktu berbuka puasa. Dan sudah mulai dibuka 16 Maret sampai 28 Ramadan," ujar Ahmadi.

Baca Juga : Resep dan Cara Membuat Croissant With Custard Filling, Camilan Renyah Cocok Jadi Teman Ngeteh

Disebutkan Ahmadi, pada Ramadan 2023, antusias masyarakat cukup tinggi untuk berburu takjil sambil ngabuburit di Pasar Terapung dan Sawah Lukis. Diharapkan, pada Ramadan 2024 antusias masyarakat juga sama.

“Apalagi, di sini juga sudah ada tempat baru, yaitu Taman Selfie Reborn, yang buka mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kalau Sawah Lukis, tutupnya usai buka puasa," ucap Ahmadi.

Disinggung soal Taman Selfie Reborn, Ahmadi mengatakan, lokasi ini merupakan tempat baru untuk nongkrongnya Gen Z. Untuk suasana dan menu juga berbeda dengan yang ada di Sawah Lukis dan Kedai Takjil Terapung.

Kalau di Sawah Lukis menu-menu yang disediakan lebih untuk keluarga, dan di Pasar Takjil Terapung kue-kue atau takjil untuk berbuka puasa. Menu di Taman Selfie Reborn banyak untuk personal.

"Delapan tahun lalu, kita buka Taman Selfie di lokasi berbeda, konsepnya lebih istagramable. Kali ini lebih ke ikonik. Marketnya bergeser, dulu lebih ke emak-emak, sekarang kita tarik ke Gen Z," ucap Ahmadi.

Dikatakan Ahmadi, setelah Lebaran, bakal ada DJ yang ringan-ringan. Alasan dihadirkannya Taman Selfie Reborn ke areal yang berdekatan dengan Sawah Lukis untuk menghidupkan suasana malam.

"Buka sore ke malam, agar orang-orang datang malam kemari. Buka jam 4 sore ke 11 malam. Intinya, di areal ini lengkap. Ada untuk nongkrong Gen Z di Taman Selfie Reborn. Untuk keluarga ada Sawah Lukis. Untuk Acara ada Kakuta, dan buka puasa ada Kedai Takjil Terapung," ujar Ahmadi.

Warga Harapkan Penerangan Jalan dari Pemerintah

Seorang pengunjung, Yunif, yang datang berasama keluarganya untuk ngabuburit sambil berbuka puas di Sawah Lukis, mengaku cukup senang.

Menurutnya, lokasinya asyik dan berkesan. Apalagi datang saat menjelang waktu berbuka puasa.

"Suasananya asyik, kalau sore-sore banyak angin, sawahnya juga enak dipandang, hijau-hijau," ujar Yunif.

Menurut Yunif, dirinya juga merasakan sensasi berburu kue-kue tradisional untuk berbuka puasa di Kedai Takjil Terapung. Sebab, selain dirinya dan keluarga, banyak juga orang-orang yang datang untuk membeli takjil.

"Kalau lama-lama, bisa enggak kebagian. Soalnya, ramai yang beli. Begitu datang, harus beli, biar enggak kehabisan. Beli Takjilnya di Kedai Takjil Terapung, bukanya di Sawah Lukis," ujar Yunif.

Dikatakan Yunif, ada satu hal yang harus diperhatikan pemerintah setempat di areal lokasi wisata Sawah Lukis, yaitu soal penerangan jalan.

Sepengetahuannya, penerangan jalan ke lokasi tersebut saat ini hanya dari pihak pengelola.

"Kalau dari pemerintah, saya rasa belum. Soalnya, kalau malam, kita pulang agak gelap. Kita berharap pemerinta kasih dukungan lah, seperti lampu jalan," tutup Yunif. (rsy/nusantaraterkini.co)