Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kasus Kekerasan Santri di Kediri, Polisi Akan Periksa Pengasuh Pesantren

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi kekerasan.

Nusantaraterkini.co, JATIM - Polisi Kediri, Jawa Timur, menyebut akan memeriksa pengasuh Pesantren Al Hanifiyah di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, atas perkara meninggalnya seorang santrinya. BBM (14), seorang santri di pesantren tersebut, meninggal dunia akibat menjadi korban penganiayaan oleh rekannya sesama santri.

Dalam perkara itu, empat santri senior telah ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bramastyo Priaji mengatakan, pemeriksaan itu akan dilakukan dalam waktu dekat karena saat ini pengasuhnya masih berada di Banyuwangi.

Baca Juga : Bupati Asahan Tegaskan Peran Strategis Santri dalam Membangun Indonesia Berkeadaban

"Waktunya nanti akan disesuaikan,” ujar AKBP Bramastyo kepada awak media seusai rekonstruksi di Mapolres Kediri Kota, dilansir Kompas.com, Kamis (29/2/2024).

Selain pengasuh, pihaknya juga akan memeriksa seluruh anggota rombongan pesantren yang turut mengantarkan jenazah ke rumah duka di Banyuwangi pada Jumat (25/2/2024).

Pemeriksaan itu, menurut Kapolres, untuk memfokuskan pendalaman penyidikan terhadap empat orang tersangka yang ada.

Baca Juga : Ketua MPR: Hari Santri Momentum Refleksi, Nasionalisme, dan Membangun Peradaban

Sejauh ini, masih kata mantan Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Jawa Timur itu, total sudah ada 9 orang saksi yang telah dimintai keterangannya.

“Sementara ada 9 saksi,” pungkasnya.

BBM meninggal dunia dan jenazahnya dipulangkan ke kampung halamannya di Banyuwangi, Jumat (25/2/2024).

Baca Juga : Bangunan Bekas Warung Roboh, 9 Orang Terperosok ke Jurang, Satu Tewas

Mulanya, penyebab kematiannya dikabarkan akibat terpeleset di kamar mandi. Namun keluarga tak mempercayainya.

Video perihal protesnya keluarga korban atas kondisi jenazah tersebut viral di media sosial. Peristiwa itu lalu bergulir di kepolisian dan hasil penyelidikan mengungkap, korban tewas akibat pengeroyokan oleh sesama santri di pondok Al Hanifiyah Kabupaten Kediri.

Penyelidikan juga menetapkan empat orang santri sebagai tersangka pelakunya. Mereka melakukannya dengan dalih jengkel terhadap sikap korban yang sudah dinasehati. (rsy/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Fakta Pembunuhan Sekeluarga di Kediri