Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Kapolda Sumsel: Premanisme Pemicu Biaya Ekonomi Tinggi dan Hambat Pembangunan ​

Kapolda Sumsel Rony Samtana menegaskan premanisme memicu biaya ekonomi tinggi, menimbulkan ketakutan, dan menghambat pembangunan daerah.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana saat memegang barang bukti yang diperlihatkan dalam kegiatan konferensi pers di gedung Mapolda Sumsel, Rabu (14/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana saat memegang barang bukti yang diperlihatkan dalam kegiatan konferensi pers di gedung Mapolda Sumsel, Rabu (14/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol menyoroti dampak buruk aksi premanisme yang menimbulkan biaya ekonomi tinggi tak terduga (invisible cost) serta menghambat laju proses pembangunan di Sumatera Selatan.

Guna menciptakan ruang aman bagi investasi dan aktivitas perekonomian warga, menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi praktik intimidasi premanisme di fasilitas publik.

“Premanisme ini menghambat proses pembangunan. Premanisme ini menimbulkan ketakutan, menimbulkan kekhawatiran. Premanisme ini menimbulkan biaya-biaya ekonomi yang tidak disangka-sangka, ini invisible cost,” ujar Rony, Kamis (15/10/2026).

Rony menjelaskan jika jaminan keamanan di area publik seperti pasar, pusat perbelanjaan, kawasan industri, hingga juru parkir merupakan syarat mutlak dalam mendukung kelancaran pembangunan daerah.

Untuk itu, pihak kepolisian akan menggandeng pemerintah daerah demi membenahi infrastruktur serta penataan wilayah rawan aksi pungli dan premanisme secara komprehensif.

“Kalau di situ tempatnya memang sudah gelap misalkan, ya tidak cukup hanya patroli, harus ada sebuah tindakan atau upaya lain yang bersinggungan dengan kewenangan dari pemerintah daerah atau instansi lain,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap indikasi pemerasan maupun tindakan premanisme agar potensi gangguan ekonomi daerah dapat segera ditindak secara hukum.

“Sesuai semboyan Bapak Kapolri, peran Polri tidak bisa tidak harus menjaga ruang aman untuk pembangunan,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru