Jembatan Tertua di Sumut Ini Peninggalan Belanda, Pembangunannya Memakan Waktu hingga 13 Tahun
Jembatan ini dibangun oleh Belanda, tetapi masih berfungsi dan kokoh hingga saat ini
Nusantaraterkini.co - Pada masa Pemerintahan Belanda, telah dilakukan pembangunan infrastruktur, satu di antaranya yaitu jembatan yang memiliki fungsi untuk menghubungkan antardaerah.
Sumatera Utara (Sumut) menjadi satu daerah yang memiliki jembatan peninggalan Belanda.
Meskipun jembatan ini dibangun oleh Belanda, tetapi kehadirannya masih berfungsi dan kokoh hingga saat ini.
Bahkan saat ini, jembatan yang dibangun oleh Belanda tersebut menjadi yang tertua di Sumatera Utara. Lantas, jembatan manakah itu?
Dikutip dari beberapa sumber, bahwa pada bangunan jembatan ini meninggalkan jejak terjadinya perang antara Belanda dengan Indonesia.
Hal itu bisa dibuktikan karena pada dinding jembatan terdapat banyak lubang. Diketahui bahwa lubang tersebut berasal dari bekas peluru pada saat perang.
Meskipun begitu, masyarakat tetap memanfaatkan jembatan ini dengan baik. Bahkan pada kawasan tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat berlatih bungee jumping.
Melansir ayobandung.com, adapun jembatan ini bernama Jembatan Parhitean yang di mana menghubungkan kedua desa yaitu Desa Parhitean di Kabupaten Toba Samosir dengan Desa Tangga di Kabupaten Asahan.
Oleh karena itu, dengan air sungai yang tampak jernih, kawasan tersebut kerap dijadikan tempat berswafoto.
Jembatan Parhitean memiliki ciri khasnya sendiri dengan pagar cor beton menjulang dengan lengkungannya.
Adapun peresmian jembatan ini dilakukan oleh wakil presiden pertama yaitu Mohammad Hatta pada tahun 1950. Terhitung saat ini jembatan tersebut telah berusia 74 tahun.
Sedangkan untuk proses pembangunan jembatan ini sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka yaitu pada tahun 1936.
Siapa sangka ternyata proses pembangunan tersebut memakan waktu hingga 13 tahun lamanya. Karena jembatan ini baru bisa rampung pada tahun 1949.
Adapun peresmian jembatan ini dilakukan oleh wakil presiden pertama yaitu Mohammad Hatta pada tahun 1950. Terhitung saat ini jembatan tersebut telah berusia 74 tahun.
Sedangkan untuk proses pembangunan jembatan ini sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka yaitu pada tahun 1936.
Siapa sangka ternyata proses pembangunan tersebut memakan waktu hingga 13 tahun lamanya. Karena jembatan ini baru bisa rampung pada tahun 1949.
Nah itulah sejarah singkat terkait Jembatan Parhitean yang dibangun sejak masa Pemerintahan Belanda dan berhasil diresmikan saat Indonesia telah merdeka. (*)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·Beberapa detik yang lalu -
EKONOMIOJK Luncurkan RP3I 2026-2030 untuk Perkuat Resiliensi Perbankan
Herman Saleh Harahap·13 menit yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Bongkar Modus Narkoba Gunakan Fitur 'Share Location'
Herman Saleh Harahap·32 menit yang lalu -
NASIONALMenaker Dorong Peserta TIH Kembangkan Produk Unggulan
Herman Saleh Harahap·56 menit yang lalu -
PERISTIWA5 Ekor Lembu Warga Simalungun Mati Bersamaan di Areal Perkebunan Dolok Ilir, Diduga Keracunan
hendra·57 menit yang lalu -
NASIONALPrabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres: Dari Rocky Gerung hingga Jusuf Hamka Resmi Bergabung ke Istana Negara
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALDua Terduga Pelaku Curat Toko di Binjai Ditangkap, Kerugian Capai Rp157 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
-
-
Semua berita sudah ditampilkan