Jaksa Kejari Deliserdang Dibacok, Komjak Soroti Pentingnya Perpres Pengamanan Kejaksaan
Kami sudah bertemu dengan dua korban yang telah mendapat bantuan pemulihan, juga melihat langsung tempat kejadian perkara
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Komisioner Komisi Kejaksaan (Komjak) Rita Serena Kalibonso menyoroti pentingnya penguatan pengamanan bagi aparat kejaksaan menyusul insiden penyerangan terhadap jaksa Kejaksaan Negeri Deli Serdang dan stafnya.
Rita menyampaikan hal itu usai menjenguk kedua korban, John Wesli Sinaga (53) dan Acensio Silvanof (25), di Rumah Sakit Columbia Asia, Medan, Selasa (27/5/2025) malam.
Selain itu, Komjak juga telah meninjau langsung lokasi kejadian perkara di Ladang Sawit, Desa Perbaungan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai.
“Kami sudah bertemu dengan dua korban yang telah mendapat bantuan pemulihan, juga melihat langsung tempat kejadian perkara,” ujar Rita saat ditemui wartawan.
Menurut Rita, peristiwa pembacokan terhadap aparat kejaksaan ini menjadi contoh konkret pentingnya implementasi Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang Pengamanan Kejaksaan yang baru disahkan sepekan lalu.
“Kelihatan ini menjadi satu hal yang konkret kasusnya, di mana keamanan kerja jaksa itu perlu. Tidak hanya di dalam kedinasan, tetapi juga di luar kedinasan,” kata Rita.
Ia menegaskan bahwa keselamatan aparat kejaksaan, termasuk staf dan pegawai pendukung, harus menjadi prioritas.
“Sementara penyelidikan dan penyidikan berlangsung, kami berharap pengamanan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena menyangkut keselamatan jiwa,” ujarnya.
Komjak, kata Rita, juga akan menyusun laporan khusus terkait evaluasi pengamanan dan tindak lanjut dari implementasi Perpres tersebut. Ia menambahkan, koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan kepolisian dan TNI, penting untuk memperkuat sistem pengamanan yang ada.
Kronologi Penyerangan
Diketahui, penyerangan terjadi pada Sabtu (24/5/2025) sekitar pukul 13.15 WIB. Jaksa John dan stafnya Acensio awalnya dibacok oleh dua orang tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor dan membawa tas pancing berisi senjata tajam jenis parang.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Deli Serdang, Boy Amal, menyebut kedua korban diserang secara tiba-tiba.
“Saat itu juga korban dibacok oleh OTK (orang tak dikenal),” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pelaku kemudian melarikan diri, sementara korban diselamatkan oleh seorang sopir pengangkut sawit yang kebetulan berada di lokasi.
Kemudian, Polda Sumut bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga pelaku dalam kurun waktu 24 jam. Mereka adalah Mardiansyah (38), Surya Darma, dan Alpa yang disebut sebagai otak pembacokan.
“Mardiansyah berperan sebagai pengendara motor yang membonceng Surya. Surya yang melakukan pembacokan. Alpa ini otak pelaku, jabatannya Wakil Komando Inti (Koti) Mahatidana Pemuda Pancasila Deli Serdang,” ungkap Direktur Kriminal Umum Polda Sumut, Brigjen Sumaryono.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
ENTERTAIMENTNonton Perdana 'Jamin Setia Selamanya', Rico Waas Apresiasi Djamin Ginting
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Naik, Dinkes Medan Siagakan Faskes
Herman Saleh Harahap·49 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Narkoba
Herman Saleh Harahap·58 menit yang lalu -
KOTA MEDANTerima Audiensi Buddhis Tamil Nusantara, Rico Waas: Keberagaman Kekuatan Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPraperadilan Parlindungan Silitonga, Ahli Soroti Prosedur Polrestabes
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
-
KOTA MEDANSuami Lumpuh, Istri Kerja Jadi Pembantu, Keluarga Asal Medan Masuk Desil 6
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan