ISPU Tembus di Atas 100, Dinkes Sumsel Imbau Masyarakat Perketat Prokes
ISPU Sumsel tembus di atas 100 akibat karhutla, Dinkes imbau warga perketat protokol kesehatan
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan (Prokes) menyusul Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di sejumlah wilayah yang telah menembus angka di atas 100.
Peningkatan indeks pencemaran udara hingga masuk kategori tidak sehat ini, dipicu oleh kian maraknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau di Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogahtriyah mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan serta mewajibkan penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
“Menghadapi kondisi udara yang tidak sehat, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan perbanyak minum air putih, serta langsung membersihkan diri seusai beraktivitas di luar sebelum berinteraksi di dalam kediaman,” ujar Ira Primadesa Ogahtriyah, Rabu (19/8/2026).
Selain itu, perhatian ekstra juga diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia agar lebih membatasi mobilitas luar ruang demi mencegah risiko paparan polutan yang berlebih.
Meski pantauan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dari 17 kabupaten/kota belum menunjukkan lonjakan signifikan, Dinkes Sumsel tetap mengintensifkan koordinasi bersama BPBD dan instansi terkait.
"Kita tahu pada bulan Agustus ini indeks standar pencemaran udara sudah di atas 100. Pada rentang nilai tersebut dikatakan tidak sehat," katanya.
Sementara, Penanggung Jawab Program ISPA dan Pneumonia Dinkes Sumsel, Murni memperkirakan potensi kenaikan kasus ISPA dapat terjadi sepanjang Agustus akibat dampak kiriman kabut asap yang mulai terasa.
"Kalau Agustus kemungkinan iya naik, karena adanya kiriman kabut asap mulai minggu-minggu ini baru terasa," tuturnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan, Pemprov Sumsel telah menyiapkan opsi darurat, yakni meliburkan sementara aktivitas sekolah dan menghentikan operasional perkantoran apabila ISPU sudah berada di level yang tidak lagi dapat ditoleransi.
“Kalau ISPU-nya sudah tidak bisa ditoleransi, tentu kita ambil kebijakan. Kita tidak mau anak-anak atau kita semua ini terpapar akibat ISPU yang tidak sehat. Tapi selama ini masih di ambang batas yang bisa ditoleransi,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELKapolda Sumsel Rony Samtana Ajak Doa Bersama Musibah Karhutla
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKenalkan Istri hingga Anak di Acara Pisah Sambut, Kapolda Sumsel: Mohon Diterima Jadi Bagian Sumsel
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
NASIONALPemerintah Realisasikan Penarikan Utang Rp494,3 Triliun Hingga September 2026
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KRIMINALBelum Baca Dakwaan, Terdakwa KDRT Ditegur Hakim PN Medan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSKetum JMSI Pamerkan Batik Ciprat Karya Anak Berkebutuhan Khusus di Markas PBB
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KRIMINALGanjaran Pasal Berlapis Menjerat Tiga Terdakwa Narkotika
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportLibas Dewa United 2-0, NAVI Puncaki Klasemen MPL ID Season 18
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
EKONOMIKepala BI Sumut Dikukuhkan, Bobby Ingatkan Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KRIMINALTiga Terdakwa Kasus Narkotika Jalani Proses Hukum, Dua Dituntut hingga 4 Tahun 10 Bulan
hendra·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan