Iringan Presiden Ekuador Diserang Massa, Noboa Selamat dari Upaya Pembunuhan
Ketegangan politik di Ekuador memuncak setelah iring-iringan Presiden Daniel Noboa diserang massa pada Selasa (7/10/2025). Beruntung, sang presiden
nusantaraterkini.co, EKUADOR – Ketegangan politik di Ekuador memuncak setelah iring-iringan Presiden Daniel Noboa diserang massa pada Selasa (7/10/2025). Beruntung, sang presiden yang baru berusia 35 tahun itu dilaporkan selamat dari dugaan percobaan pembunuhan.
Menurut laporan resmi otoritas setempat, sekelompok besar massa menyerang konvoi kepresidenan dengan lemparan batu dan benda keras.
Menteri Lingkungan Hidup Ines Manzano menyebut kejadian tersebut sebagai aksi terencana yang mengarah pada upaya pembunuhan.
“Kami menemukan bekas peluru di kendaraan yang ditumpangi Presiden Noboa. Saat kejadian, lebih dari 500 orang mengepung iring-iringan itu,” ungkap Manzano dalam pernyataannya.
Pihak kepolisian Ekuador telah menangkap lima orang tersangka yang kini dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan dan terorisme.
Usai insiden itu, Noboa tetap melanjutkan agendanya berbicara di hadapan mahasiswa di kota Cuenca. Dalam pidatonya, ia menegaskan tidak akan gentar menghadapi kekerasan dan berjanji menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
"Jangan tiru mereka yang mencoba menghentikan langkah kami dan menyerang kami. Tindakan seperti itu tidak akan dibiarkan di Ekuador yang baru. Hukum berlaku untuk semua,” tegas Noboa, dikutip dari Reuters, Rabu (8/10/2025).
Sementara itu, Federasi Warga Adat Ekuador (CONAIE) – kelompok yang selama ini vokal mengkritik pemerintahan Noboa – turut buka suara. Mereka justru menuduh aparat polisi dan militer melakukan kekerasan terhadap warga sipil saat konvoi presiden melintas di Cuenca.
CONAIE menyebut seorang lansia mengalami luka akibat bentrokan tersebut.
Selama dua pekan terakhir, organisasi tersebut memimpin aksi mogok nasional dan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang menghapus subsidi bahan bakar diesel.
Untuk mengendalikan situasi yang semakin memanas, Presiden Noboa akhirnya menetapkan status darurat di sejumlah provinsi.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan