Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Iringan Presiden Ekuador Diserang Massa, Noboa Selamat dari Upaya Pembunuhan

Ketegangan politik di Ekuador memuncak setelah iring-iringan Presiden Daniel Noboa diserang massa pada Selasa (7/10/2025). Beruntung, sang presiden

Polisi anti huru hara Ekuador. (16/9/2025). (Foto: Rodrigo Buendia/AFP)
Polisi anti huru hara Ekuador. (16/9/2025). (Foto: Rodrigo Buendia/AFP)
A A

nusantaraterkini.co,  Ketegangan di Ekuador memuncak setelah pada Selasa (7/10/2025). Beruntung, sang presiden yang baru berusia 35 tahun itu dilaporkan selamat dari .

Menurut laporan resmi otoritas setempat, sekelompok besar menyerang konvoi kepresidenan dengan lemparan batu dan benda keras. 

Menteri Lingkungan Hidup Ines Manzano menyebut kejadian tersebut sebagai aksi terencana yang mengarah pada upaya .

“Kami menemukan bekas peluru di kendaraan yang ditumpangi Noboa. Saat kejadian, lebih dari 500 orang mengepung itu,” ungkap Manzano dalam pernyataannya.

Pihak kepolisian telah menangkap lima orang tersangka yang kini dijerat dengan pasal pembunuhan dan terorisme.

Usai insiden itu, Noboa tetap melanjutkan agendanya berbicara di hadapan mahasiswa di kota Cuenca. Dalam pidatonya, ia menegaskan tidak akan gentar menghadapi kekerasan dan berjanji menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

"Jangan tiru mereka yang mencoba menghentikan langkah kami dan menyerang kami. Tindakan seperti itu tidak akan dibiarkan di Ekuador yang baru. Hukum berlaku untuk semua,” tegas Noboa, dikutip dari Reuters, Rabu (8/10/2025).

Sementara itu, Federasi Warga Adat Ekuador (CONAIE) – kelompok yang selama ini vokal mengkritik pemerintahan Noboa – turut buka suara. Mereka justru menuduh aparat polisi dan militer melakukan kekerasan terhadap warga sipil saat konvoi presiden melintas di Cuenca.

CONAIE menyebut seorang lansia mengalami luka akibat bentrokan tersebut.

Selama dua pekan terakhir, organisasi tersebut memimpin aksi mogok nasional dan pemblokiran jalan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang menghapus subsidi bahan bakar diesel.

Untuk mengendalikan situasi yang semakin memanas, Presiden Noboa akhirnya menetapkan status darurat di sejumlah provinsi.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait