Nusantaraterkini.co, DELISERDANG-Hambatan geografis yang selama ini membelenggu warga di pelosok Kabupaten Deliserdang mulai terurai menyusul diresmikannya layanan bus perintis, Selasa (20/1/2026). Kehadiran dua unit armada hasil kerja sama pemerintah pusat ini menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat terhadap sistem transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan rute yang menjangkau Tiga Juhar hingga Terminal Amplas dan Lubuk Pakam, wilayah Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu kini tidak lagi menjadi daerah yang sulit dijamah, melainkan bagian dari jaringan mobilitas yang terhubung langsung ke pusat-pusat pelayanan publik.
Baca Juga : Wujudkan Transportasi Hijau, 205.532 Penumpang Kereta Api di Sumut Beralih ke Teknologi Face Recognition
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, memandang peluncuran angkutan jalan ini sebagai fondasi utama dalam memangkas ketimpangan antarwilayah. Ia menegaskan bahwa kemudahan akses adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang merata, di mana efisiensi waktu dan biaya transportasi menjadi target utama.
"Transportasi bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi menjadi urat nadi penggerak perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta aktivitas sosial masyarakat," ujar Lom Lom Suwondo saat meresmikan armada tersebut di Desa Tiga Juhar.
Keberhasilan pembukaan akses ini juga menjadi potret kolaborasi unik antara negara dan rakyat. Proses modernisasi akses jalan didukung penuh oleh warga setempat yang secara sukarela menghibahkan tanah mereka demi kelancaran operasional transportasi publik. Sikap progresif masyarakat ini dinilai sebagai dukungan nyata terhadap percepatan pembangunan wilayah, yang nantinya akan diproyeksikan terhubung dengan jalur tol lingkar dalam.
"Ini tidak terlepas dari keikhlasan masyarakat STM Hulu yang telah memberikan tanah tanpa ganti rugi. Hal ini jarang terjadi dan menjadi bukti besarnya hati masyarakat STM Hulu," kata Wabup mengapresiasi kedermawanan warga.
Perubahan signifikan ini disambut baik oleh tokoh masyarakat Prof. Effendi Barus, yang mencatat sejarah baru masuknya layanan angkutan pemerintah ke desa-desa terpencil di STM Hulu. Membaiknya aksesibilitas ini diharapkan mampu mengakhiri keterpencilan ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi warga lokal.
"Transportasi yang lancar akan memperlancar ekonomi masyarakat. Kami berharap layanan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat," ungkapnya.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Utara Kelas II diwakili Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan, Ikra Suranta menjelaskan, program Angkutan Jalan Perintis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin layanan transportasi yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Disebutkan, dua trayek yang dilayani Bus Perintis tersebut diharapkan bisa mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor perekonomian, pendidikan, sosial, dan pelayanan publik.
Baca Juga : Sepanjang 2025, Bus Listrik Medan Digunakan 2,7 Juta Warga
"Kami berharap layanan ini menjadi transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan. Kami juga membuka peluang bagi daerah lain di Deliserdang yang belum terlayani untuk mengusulkan trayek baru," harapnya.
(Akb/Nusantaraterkini.co)
