Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ini Pesan Menkes Tuk Prabowo Diakhir Masa Jabatan

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

nusantaraterkini.co JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan satu pesan penting untuk pemerintahan berikutnya yang akan dipimpin Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

Pesan yang disampaikan Budi diakhir masa jabatannya di Kabinet Indonesia Maju pada Oktober 2024 tersebut terkait kandidat menteri-menteri di kabinet yang akan datang.

Menurutnya, menteri kesehatan dan menteri pendidikan merupakan posisi yang sangat vital. Oleh karena itu, ia berpesan agar presiden berikutnya jangan sampai salah pilih menteri. 

Baca Juga : Banjir Lumpuhkan 87 Rumah Sakit, Menkes Pastikan Seluruh Layanan Pulih 100 Persen

"Jadi Pak Prabowo, Pak Jokowi, menteri-menteri siapapun terserah, tapi menteri kesehatan dan menteri pendidikan nggak boleh salah pilih," kata dia dalam acara diskusi di DPN Apindo, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/24).

Indonesia punya cita-cita besar untuk keluar dari posisi negara berpenghasilan menengah dan masuk ke jajaran negara maju berpenghasilan tinggi. Salah satu kualifikasinya adalah pendapatan per kapita mencapai US$ 13.000 per kapita. Sedangkan pendapatan per kapita Indonesia baru di angka US$ 4.600 per kapita.

Untuk mencapai posisi itu, pendidikan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, menurutnya sektor pendidikan sangat krusial di masyarakat.

Baca Juga : Rujukan BPJS akan Dirombak, Legislator Ingatkan Risiko Penumpukan Pasien

Namun demikian, menurutnya sektor kesehatan punya posisi yang setingkat lebih awal dibandingkan pendidikan. Kesehatan tetap prioritas awal, sebab tanpa kesehatan sejak dalam kandungan, pendidikan tidak dapat ditempuh dengan optimal.

"Kesehatan lebih dulu daripada pendidikan. Kenapa? Karena Pendidikan itu baru dimulai pada usia 4-5 tahun. Kesehatan mulai minus 9 bulan. Kalau dia nggak sehat, stunting. Kalau bodoh, nggak bakal gaji Rp 15 juta sebulan," ujarnya seperti dilansir dari kumparan.

Selaras dengan itu pula, ia mengingatkan betapa pentingnya Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Indonesia punya waktu enam tahun lagi atau hingga 2030 untuk mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi.

Baca Juga : Komisi IX Kritik Lambannya Pemulihan RS Pascabanjir Sumatera

Salah satu persiapan yang harus dilakukan ialah memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan. Apabila Indonesia mampu menciptakan SDM berkualitas, maka perekonomian bisa melompat berkali-kali lipat. Dengan demikian, Budi Gunadi berharap Indonesia bisa mencapai posisi negara maju lebih cepat dari target 2045.

(Dra/nusantaraterkini.co)