Indonesia Punya Semua Syarat untuk Swasembada Pangan
Swasembada pangan bisa menjadi bantalan lonjakan Indonesia untuk menjadi negara besar
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Rina Saadah mengatakan, potensi pertanian di Indonesia sangat besar.
Hanya saja, potensi tersebut belum tergarap optimal sehingga Indonesia masih menjadikan impor sebagai solusi pemenuhan pangan.
“Ini ironis. Negara agraris tapi kenapa masih impor terus? Indonesia mempunyai semua syarat untuk mencapai target swasembada pangan,” ujarnya, Sabtu (18/1/2025).
Teh Rina, panggilan akrabnya menilai target swasembada pangan yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan langkah tepat. Swasembada pangan bisa menjadi bantalan lonjakan Indonesia untuk menjadi negara besar.
“Ini bukan kebijakan muluk-muluk tapi langkah strategis untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional,” katanya.
Dia mengatakan swasembada pangan, merupakan upaya pemerintah memberikan kesejahteraan kepada para petani serta mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri.
Dengan adanya program swasembada pangan dan menghentikan impor beras, menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi dalam negeri.
Baca Juga: Indonesia Optimis Capai Swasembada Pangan Pada 2027
“Kita harus kawal agar program ini berjalan dengan baik, mulai dari penyediaan alat dan mesin pertanian hingga menyiapkan petani agar dapat beradaptasi dengan program swasembada pangan,” katanya lagi.
Teh Rina menilai Presiden Prabowo sangat serius mewujudkan swasembada pangan. Dari sisi anggarannya misalnya tahun ini pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp139,4 triliun dari APBN untuk mencapai swasembada pangan.
“Anggaran Rp139,4 dalam setahun ini cukup besar untuk modal tahapan realisasi swasembada pangan hingga dua tahun ke depan,” ujarnya.
Urusan pangan, sambungnya merupakan hal yang krusial terutama beras yang merupakan makanan pokok utama mayoritas masyarakat Indonesia. Tahun 2025, pasokan beras dalam negeri terpenuhi karena ada limpahan beras dari tahun 2024. Tahun lalu, Indonesia melakukan impor beras sebanyak 4 juta ton beras.
Baca Juga: Gibran Ingatkan Perintah Prabowo Soal Wajib Swasembada Pangan saat Kunjungi Tanam Padi di Langkat
“Sekarang ada persediaan beras dalam negeri sebanyak 7 juta ton. Kita harapkan tahun ini ada kenaikan produksi 4% sehingga target 15% pasokan produksi dari dalam negeri tercapai. Jika ini berhasil maka tahun depan kita tidak perlu impor beras lagi,” urainya.
Di satu sisi, Komisi IV DPR mendorong agar hasil produksi ini yang dilakukan petani dapat terserap dengan baik. Selain itu pemerintah harus memastikan pengelolaan sektor pertanian dari hulu ke hilir seperti pengadaan bibit, jaminan pupuk hingga ketersediaan lahan terjaga dengan baik.
“Kami dorong Bulog bisa memastikan produksi dari petani bisa terserap,” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSEmpat ABK Indonesia Bebas dari Penyanderaan Perompak Somalia
Herman Saleh Harahap·2 menit yang lalu -
PENDIDIKANPemkab Pasbar Percepat Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi
Herman Saleh Harahap·9 menit yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Jawab Penantian 20 Tahun Air Bersih Warga Namo Gajah
Herman Saleh Harahap·35 menit yang lalu -
PENDIDIKANPanglima TNI dan Kalemdiklat Polri Wisuda 1.944 Taruna
Herman Saleh Harahap·55 menit yang lalu -
-
NEWSKoalisi Sipil Kritik Klaim Swasembada Pangan Hashim Djojohadikusumo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
SUMSELKabut Asap Ganggu 30 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
OLAHRAGASejumlah Detail Stadion Teladan Medan Masih Perlu Dibenahi
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan