Oleh: Muhammad Rozie Winata
KESEHATAN merupakan hak dasar setiap masyarakat. Karena itu, pemerintah melalui tangan-tangannya, wajib menjamin agar kesehatan masyarakat dapat terus terjaga baik di tingkat hulu maupun hilir.
Salah satu upaya yang patut dilakukan adalah imunisasi (vaksinasi). Terutama pada bayi, imunisasi dasar lengkap harus diberikan orang tua, karena merupakan salah satu kebutuhan dasar paling utama dan sejatinya merupakan hak dari setiap anak untuk sehat.
Secara medis, imunisasi lengkap menjadi salah satu upaya dasar agar anak bisa terhindar dari paparan berbagai jenis penyakit. Anak yang menerima imunisasi lengkap sesuai usia hingga 2 tahun, akan punya perlindungan terhadap ancaman berbagai penyakit tertentu.
Selain itu, imunisasi juga mencegah terjadinya komplikasi serius. Karena itu, anak yang hidup tanpa imunisasi dipastikan bakal rentan jatuh sakit lantaran tidak memiliki kekebalan tubuh optimal (imun).
Imunisasi dasar lengkap terdiri dari beberapa jenis vaksin, mulai dari polio, BCG, DPT, dan lainnya. Imunisasi tersebut pun harus diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Kemenkes dan IDAI.
Namun, berdasarkan data WHO pada tahun 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Data ini menunjukkan 5,9 juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009.
Baca Juga : 91 Ribu Lebih Anak di Sumut Tak Pernah Divaksin Imunisasi, Hepatitis hingga Polio Mengancam
Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum diimunisasi lengkap sejak 2017 sampai tahun 2021 mencapai 1,525,936 anak.
Angka tersebut tentu membuat kita miris. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengakui capaian imunisasi dasar lengkap pada bayi selama 2 tahun terakhir sejak 2020 – 2021 pada bayi turun drastis.
Pada 2020 target imunisasi sebanyak 92% sementara cakupan yang dicapai 84%, pada 2021 imunisasi ditargetkan 93% namun cakupan yang dicapai 84%.
Pemerintah beralibi, penurunan cakupan imunisasi ini diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021.
Dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat terlihat dari adanya peningkatan jumlah kasus penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I dan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah.
Baca Juga : Pembina Posyandu Madina Minta Dinas Kesehatan Tingkatkan Capaian Imunisasi
Di Provinsi Sumut sendiri, pada tahun 2022 di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah pernah terjadi KLB. Begitu juga di Kabupaten Langkat mengalami KLB Difteri.
Meski pemerintah, mengklaim penurunan capaian imunisasi karena pandemi, namun di masyarakat tak sedikit yang enggan memberikan imunisasi terhadap anaknya.
Masyarakat tak sedikit yang beranggapan, imunisasi atau vaksinasi justru bukannya dapat membuat anaknya sakit.
Hal ini sejalan dengan masalah capaian vaksinasi Covid-19 saat pandemi lalu. Banyak masyarakat yang jika tidak terpaksa (masalah administrasi), tidak mau menerima vaksin, karena khawatir dapat membahayakan kesehatan mereka.
Tingkatkan Edukasi
Karena itu, pemerintah atau pun lembaga yang konsen di bidang kesehatan harus lebih gencar lagi memberikan sosialisasi dan edukasi terkait manfaat imunisasi. Edukasi yang diberikan harus lebih menjangkau masyarakat tingkat bawah, khususnya di pedesaan.
Selain itu, edukasi juga harus menjangkau kelompok usia yang lebih muda (Gen Z). Sebab, mereka adalah calon orang tua (ayah/ibu) dalam 5 tahun ke depan.
Baca Juga : Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksin untuk Cegah Cacar Api
Keberhasilan imunisasi juga tentu sangat menentukan bangsa ini bisa meraih Indonesia pada tahun 2045. Sebab, Indonesia Emas tidak hanya cukup dengan menggapai SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas dari sisi ilmu, pengetahuan dan teknologi.
Tetapi generasi emas Indonesia pada tahun 2045 juga harus sehat dan kuat. Untuk itu, sebagai orang tua dan manusia di masa sekarang, kita harus mewujudkan hal itu..karena kesehatan adalah hak anak-anak di masa depan. (*)
Penulis adalah editor dan koordinator liputan di Nusantaraterkini.co
