Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Mampu Berbalik Arah ke Zona Hijau Bersandar ke Level 6.799,231 Siang Ini

Editor:  Team
Reporter: wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik arah ke zona hijau Berdasarkan data yang dilansir dari RTI, indeks naik 0,16% atau 11,189 poin ke level 6.799,231.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan sesi pertama Jumat (21/2/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik arah ke zona hijau 

Berdasarkan data yang dilansir dari RTI, indeks naik 0,16% atau 11,189 poin ke level 6.799,231.

Tercatat 247 saham naik, 286 saham turun, dan 244 saham stganan. Total volume perdagangan 6,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 4,9 triliun.

Baca Juga : IHSG Tertekan 4,73% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp705 Triliun

Sebanyak delapan indeks sektoral menopang penguatan IHSG. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni: IDX-Techno 6,04%, IDX-Property 0,53%, dan IDX-Industry 0,38%.

Saham-saham top gainers LQ45

- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 5,82% ke Rp 3.090

Baca Juga : Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.881 per Dolar AS, Tertekan Pergerakan Mata Uang Asia

- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 3,96% ke Rp 1.445

- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 2,39% ke Rp 3.000

Saham-saham top losers LQ45:

- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 3,14% ke Rp 4.320

- PT Indofood SUkses Makmur Tbk (INDF) turun 3,13% ke Rp 7.725

- Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 2,97% ke 1.635

Sementara itu, bursa saham Hong Kong mencatat kenaikan signifikan pada Jumat (21/2), memimpin penguatan di kawasan Asia-Pasifik. Investor menimbang data inflasi Jepang dan ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump.

Indeks Hang Seng melonjak 2,95%, mencapai level tertinggi sejak Februari 2022, menurut data dari LSEG. Sementara itu, Hang Seng Tech Index naik 4,67%.

Kenaikan Hang Seng terutama didorong oleh lonjakan saham Alibaba, yang meroket 11% setelah perusahaan melaporkan lonjakan laba yang signifikan pada kuartal Desember.

Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh ekspansi di Cloud Intelligence dan sektor e-commerce.

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,42%, sedangkan indeks Kosdaq naik tipis 0,43%.

Di Australia, S&P/ASX 200 mengalami kenaikan 0,59%, mengikuti tren positif di pasar global.