Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat ke 6.577, Investor Tunggu Keputusan The Fed dan Bank Indonesia

IHSG berpeluang menguat hingga 6.577. Investor menanti hasil rapat The Fed, Bank Indonesia, serta evaluasi MSCI terhadap pasar saham RI.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pergerakan () diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (17/6/2026). Setelah mencatat kenaikan signifikan dan kembali bergerak di atas level rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), optimisme pasar mulai meningkat meski potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.

Analis Teknikal MNC Sekuritas menilai tren penguatan masih berlanjut. Pada perdagangan sebelumnya, indeks melonjak 4,12 persen ke level 6.254 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. Secara teknikal, kondisi tersebut menunjukkan peluang penguatan lanjutan dalam fase wave [iv] dari wave 3.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG memiliki peluang menguji area resistance di kisaran 6.476 hingga 6.577 dalam waktu dekat. Namun, sebelum melanjutkan tren naik, indeks masih berpotensi mengalami koreksi terbatas menuju area 6.136 hingga 6.216.

Pandangan serupa disampaikan Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta. Menurutnya, sinyal teknikal saat ini masih mendukung penguatan IHSG setelah terbentuk pola upward bar yang diperkuat oleh indikator Stochastic dan RSI yang bergerak positif.

Berdasarkan analisis Mirae Asset, level support IHSG berada di area 6.178 dan 6.058. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada pada kisaran 6.287 hingga 6.516.

Dari sisi eksternal, pelaku pasar masih mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Potensi normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasokan energi global dan menekan harga minyak mentah dunia yang kini bergerak di bawah USD 80 per barel.

Selain itu, fokus investor juga tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75 persen.

Di dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juni 2026. Konsensus pasar memperkirakan berpotensi naik sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Sentimen lain yang tak kalah penting adalah agenda evaluasi klasifikasi pasar oleh MSCI pada 23 Juni 2026. Hasil peninjauan tersebut diyakini dapat memengaruhi minat dan arah aliran modal ke pasar domestik.

Meski IHSG mulai menunjukkan pemulihan, tekanan dari masih terlihat. Data Mirae Asset mencatat aksi jual bersih asing mencapai Rp107,13 miliar dalam perdagangan harian. Sementara secara year to date (YTD), nilai net foreign sell telah mencapai Rp78,30 triliun. Sepanjang tahun berjalan, IHSG masih mencatat koreksi sekitar 27,66 persen.

Untuk strategi investasi, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati, yaitu ADRO, BKSL, BUMI, dan OASA. Sementara Mirae Asset menyarankan akumulasi pada saham berfundamental kuat dan valuasi menarik seperti GGRM, TOTL, serta UNVR.

Investor juga disarankan tetap disiplin menerapkan manajemen risiko dan selektif memilih saham di tengah volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru