Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Heboh Pocong Jadi-jadian Nyolong Uang, Warga Bekasi Gelar Ronda Malam

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi pocong. (Foto: Shutterstock)

nusantaraterkini.co, BEKASISuasana Kampung Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Sabtu (27/9/2025) dini hari, mendadak tak seperti biasanya. Warga berbondong-bondong keluar rumah, bukan untuk hajatan, melainkan berjaga di sekitar jalanan gelap dan halaman SDN 05 Sukamulya.

Bukan maling biasa yang mereka tunggu, melainkan sosok aneh yang disebut-sebut sebagai pocong jadi-jadian, makhluk misterius yang kabarnya gemar mencuri uang warga.

Fenomena ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial. Dalam potongan rekaman itu, disebutkan bahwa sudah beberapa kali terlihat sosok menyerupai pocong berkeliaran di kampung. Aneh bin nyata, setiap kali “pocong” muncul, selalu saja ada warga yang kehilangan uang, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.

Baca Juga : Seram!!! Ada Pocong di Debat Perdana Calon Gubernur Sumut

“Udah lima kali nongol, tapi nggak pernah ketangkep,” ujar seorang warga dalam rekaman video yang viral itu. Menurut mereka, pocong ini bukan hantu sungguhan, melainkan manusia yang menyamar dengan trik mistis atau sekadar akal-akalan untuk menakut-nakuti warga sekaligus melancarkan aksi pencurian.

Unggahan tersebut langsung memantik heboh. Ribuan warganet menanggapi, sebagian percaya, sebagian lainnya menertawakan. Ada yang berkomentar, “Itu mah maling dibungkus sarung putih,” ada pula yang menyebut hanya hoaks untuk mencari sensasi.

Namun bagi warga Sukamulya, kabar ini tidak dianggap main-main. “Tidur jadi nggak nyenyak. Soalnya tiap kali ada kabar pocong nongol, besoknya ada aja yang duitnya hilang,” tutur seorang warga yang ikut berjaga di belakang sekolah.

Baca Juga : Pemotor Ini Kena E-Tilang karena 'Bonceng Pocong' Tak Pakai Helm, Cek Faktanya

Kini suasana kampung berubah. Malam hari, pemuda-pemuda ronda keliling dengan senter dan pentungan kayu. Ibu-ibu nimbrung di pos ronda, membicarakan apakah benar ada pocong pencuri, atau hanya maling cerdik yang menggunakan kedok mistis agar warga takut melawan.

Kisah ini seolah menghidupkan kembali cerita lama tentang maling yang memakai mitos “pocong jadi-jadian” untuk mengelabui korban. “Biasanya maling pakai trik begitu biar orang takut keluar rumah. Jadi gampang ambil barang,” kata seorang tokoh kampung.

Meski ramai dibicarakan, hingga kini belum ada bukti nyata keberadaan si pocong pencuri. Aparat desa maupun pihak kepolisian pun belum memberi keterangan resmi. Warga hanya berharap kepastian, agar keresahan tak semakin menjadi-jadi.

“Kalau memang ada maling, tolong ditangkap. Kalau cuma isu, ya sebaiknya diluruskan. Biar warga nggak was-was tiap malam,” ucap seorang warga lainnya.

Untuk sementara, pilihan warga hanya satu: tetap berjaga malam, menanti misteri ini terbongkar. Apakah benar pocong jadi-jadian itu ada, atau hanya trik licik maling dengan balutan kain kafan?

(Dra/nusantaraterkini.co)