Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Sinyal Damai AS-Iran, Batu Bara dan CPO Ikut Melemah

Harga minyak dunia anjlok usai sinyal damai AS-Iran. Batu bara dan CPO ikut melemah, sementara nikel serta timah masih mencatat kenaikan.

Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Harga sejumlah bergerak melemah pada akhir pekan lalu. Penurunan paling tajam terjadi pada minyak mentah yang jatuh ke level terendah sejak Maret 2026 setelah muncul kabar positif terkait upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Prospek meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu optimisme pasar terhadap kelancaran pasokan energi dunia, terutama dengan kemungkinan dibukanya kembali yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan minyak global.

Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun USD 3,58 atau 4,10 persen menjadi USD 83,75 per barel pada perdagangan Senin (15/6/2026) dini hari. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi lebih dalam sebesar USD 4,01 atau 4,72 persen ke level USD 80,87 per barel.

Pelemahan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan pejabat tinggi Iran mengisyaratkan adanya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang selama ini memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.

Perdana Menteri Pakistan yang berperan sebagai mediator menyebutkan bahwa AS dan Iran dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada pekan ini. Kesepakatan tersebut juga dikabarkan mencakup pembukaan kembali dalam waktu 30 hari.

Tidak hanya minyak mentah, juga mengalami koreksi. Data menunjukkan harga batu bara turun 1,88 persen menjadi USD 148,90 per ton pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026).

Tekanan serupa terjadi pada minyak kelapa sawit mentah atau (CPO). tercatat turun 1,67 persen ke level MYR 4.475 per ton seiring melemahnya sentimen .

Di tengah pelemahan sejumlah komoditas utama, logam industri justru menunjukkan kinerja positif. di (LME) naik 0,77 persen menjadi USD 17.830 per ton.

Sementara itu, melanjutkan tren penguatan dengan kenaikan 1,71 persen hingga menetap di level USD 53.752 per ton. Kenaikan kedua komoditas logam tersebut menunjukkan masih kuatnya permintaan sektor industri dan manufaktur global.

Perkembangan negosiasi damai AS-Iran diperkirakan akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa pekan ke depan karena berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga energi dan komoditas dunia.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru