Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Sinyal Damai AS-Iran, Batu Bara dan CPO Ikut Melemah
Harga minyak dunia anjlok usai sinyal damai AS-Iran. Batu bara dan CPO ikut melemah, sementara nikel serta timah masih mencatat kenaikan.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Harga sejumlah komoditas global bergerak melemah pada akhir pekan lalu. Penurunan paling tajam terjadi pada minyak mentah yang jatuh ke level terendah sejak Maret 2026 setelah muncul kabar positif terkait upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Prospek meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu optimisme pasar terhadap kelancaran pasokan energi dunia, terutama dengan kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan minyak global.
Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun USD 3,58 atau 4,10 persen menjadi USD 83,75 per barel pada perdagangan Senin (15/6/2026) dini hari. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi lebih dalam sebesar USD 4,01 atau 4,72 persen ke level USD 80,87 per barel.
Pelemahan harga minyak terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan pejabat tinggi Iran mengisyaratkan adanya kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang selama ini memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan yang berperan sebagai mediator menyebutkan bahwa AS dan Iran dijadwalkan menandatangani nota kesepahaman di Swiss pada pekan ini. Kesepakatan tersebut juga dikabarkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.
Tidak hanya minyak mentah, harga batu bara juga mengalami koreksi. Data Trading Economics menunjukkan harga batu bara turun 1,88 persen menjadi USD 148,90 per ton pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026).
Tekanan serupa terjadi pada minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Harga CPO tercatat turun 1,67 persen ke level MYR 4.475 per ton seiring melemahnya sentimen pasar komoditas.
Di tengah pelemahan sejumlah komoditas utama, logam industri justru menunjukkan kinerja positif. Harga nikel di London Metal Exchange (LME) naik 0,77 persen menjadi USD 17.830 per ton.
Sementara itu, harga timah melanjutkan tren penguatan dengan kenaikan 1,71 persen hingga menetap di level USD 53.752 per ton. Kenaikan kedua komoditas logam tersebut menunjukkan masih kuatnya permintaan sektor industri dan manufaktur global.
Perkembangan negosiasi damai AS-Iran diperkirakan akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa pekan ke depan karena berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga energi dan komoditas dunia.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan