Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Senin (17/2/2025) harga emas spot dunia pada pukul 20.40 wib mengalami peningkatan 0,56% ke level US$ 2.896,34 per ons troi.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, data inflasi yang tinggi dan ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini menjadikan emas sebagai aset safe heaven yang semakin menarik bagi investor.
“Kesenjangan arbitrase yang terjadi antara pasar London dan New York juga berdampak pada kenaikan harga.” terang Sutopo
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 4 Februari 2026 Melonjak Drastis ke Rp2.946.000 per Gram!
Disaat yang sama, pengamat komoditas dan Founder Tradeindo.com, Wahyu Tribowo Laksono juga mengamati, ketidakpastian ekonomi global jelas menjadi sentimen pemicu.
Melambatnya ekonomi China dan membaiknya ekonomi AS tentunya meningkatkan kecemasan global.
"Apalagi dalam jangka panjang emas global jelas masih sangat potensial menguat seiring dengan fundamental dan prinsip mata uang USD yang memang cenderung melemah seiring inflasi." Ujar Wahyu.
Baca Juga : Harga Emas Tahun 2026 Masih Bullish
Fluktuatif harga yang terjadi dalam sepekan ini terjadi akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran terkait kekurangan pasokan serta tingginya harga dipasar konsumen.
Sutopo menjelaskan, volatilitas ini menunjukan adanya interaksi yang rumit antar sentimen pasar, indikator ekonomi, dan peristiwa geopolitik yang terjadi.
Prospek harga emas spot pada tahun 2025 ini menunjukan optimisme yang cukup besar. Para analis memperkirakan harga emas bisa mencapai resisten US$ 3.260 per ons troi pada akhir tahun 2025.
Walaupun berbagai faktor eksternal seperti ketidakpastian, tingkat inflasi, suku bunga, serta data ekonomi.
"Selain itu, perubahan dalam produksi pertambangan, pembelian oleh bank sentral, serta permintaan dari konsumen, juga nilai dolar AS dan perilaku investor serta spekulasi di pasar, dapat menyebabkan volatilitas harga yang signifikan." kata Sutopo.
