Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Haji Jalur Ilegal Diingatkan Bisa Berujung Maut, DPR: Jangan Judi Nyawa Demi Berangkat Cepat

Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq melontarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak nekat berangkat haji menggunakan visa non-resmi.

Maman Imanul Haq  (foto:istimewa)
Maman Imanul Haq (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – melontarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak nekat berangkat . Ia menegaskan, jalur ilegal bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan pertaruhan nyawa.

Peringatan ini disampaikan menyusul rencana yang akan menerapkan pengamanan berlapis hingga delapan tingkat pada penyelenggaraan ibadah 2026. Kebijakan tersebut dipastikan menutup rapat seluruh celah masuk bagi jemaah tanpa visa haji resmi.

“Kami berulang kali mengingatkan: jangan tergiur visa selain visa . Jalur ilegal itu tidak memberi perlindungan apa pun. Ini ibadah, bukan perjudian yang risikonya nyawa sendiri,” kata Maman Imanul Haq, Sabtu (31/1/2026).

Legislator PKB yang akrab disapa Kiai Maman menegaskan, jemaah haji ilegal tidak tercatat dalam sistem resmi Saudi maupun Indonesia. Akibatnya, mereka dipastikan kehilangan akses layanan kesehatan, akomodasi, hingga perlindungan hukum selama berada di Tanah Suci.

Ia menambahkan, pemeriksaan dokumen di Madinah dan Mekkah kini dilakukan secara ekstrem ketat. Tanpa visa haji resmi, jemaah hampir pasti gagal memasuki wilayah puncak haji dan berhadapan dengan risiko deportasi, denda hingga ratusan juta rupiah, bahkan ancaman penjara.

Kiai Maman juga mengungkit tragedi tahun 2025, saat seorang warga Pamekasan ditemukan meninggal dunia di gurun Tan’im akibat menggunakan visa ilegal. Korban tidak terdata secara resmi, sehingga luput dari sistem pengawasan dan pertolongan medis.

“Kasus itu bukan kecelakaan biasa. Itu konsekuensi langsung dari haji ilegal. Tidak terdata, tidak terlindungi, dan akhirnya terlantar hingga meninggal,” tegasnya.

Maman mendesak pemerintah memperkeras edukasi publik dan menindak tegas oknum yang menjual mimpi haji cepat tanpa antre. Menurutnya, niat ibadah tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melanggar aturan dan mengabaikan keselamatan.

“Jangan sampai niat suci berubah menjadi tragedi karena memilih jalan pintas yang salah,” pungkasnya. 

(Cw1/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru