Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gubernur Sumsel Terjebak 40 Menit di Udara Akibat Kabut Asap

Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku tertahan 40 menit di udara akibat kabut asap saat menuju Jakarta di tengah dampak karhutla.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam acara pisah sambut Kapolda Sumsel di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jumat (9/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam acara pisah sambut Kapolda Sumsel di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jumat (9/10/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, ​PALEMBANG — membagikan pengalamannya saat penerbangan menuju Jakarta terpaksa tertahan selama 40 menit di udara akibat terbatasnya jarak pandang (visibility) yang terselimuti kabut asap pekat.

Pengalaman tersebut disampaikan saat menyinggung dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena El Nino yang melanda Sumatera Selatan.

Gubernur mengaku awalnya bersikap tenang dan tersenyum saat pilot mengumumkan penundaan pendaratan selama 15 menit. Namun, situasi berubah ketika waktu penundaan berlangsung jauh lebih lama.

"Saya melihat jam, ternyata sudah 40 menit berlalu dan pesawat belum juga mendarat. Perasaan saya seperti pesawat itu semua orang melihat wajah saya, bukan melihat pilotnya," ujar Deru, Minggu (11/10/2026).

Lebih lanjut, di tengah situasi tersebut dirinya sempat berniat memakai masker tetapi batal, karena tidak membawanya hingga memilih kembali tidur di kursi penumpang sampai pesawat berhasil mendarat.

Ia mengungkapkan jika perjalanan udara ke ibu kota tersebut dilakukan Herman Deru untuk menjalankan tugas kedinasan sebagai mentor Sekretaris Daerah dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I.

Di balik nada kelakarnya, Deru menegaskan harapannya agar bencana karhutla dan kemarau ekstrem El Nino yang menjadi penyebab utama dapat segera berakhir karena merusak ritme aktivitas warga hingga penerbangan.

Peristiwa yang dialami orang nomor satu di Sumsel ini menjadi gambaran nyata, betapa krisis kabut asap telah melumpuhkan mobilitas udara dan mempertegas desakan penanganan karhutla secara permanen.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru