Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Geng Motor Buat Onar, Diduga Suruhan Pengedar usai Pemortalan Sejumlah Gang di Pasar 7 Beringin

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Aldi Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Satu di antara gang yang sudah diportal yang sempat mendapatkan perlawan dari pengedar narkoba. (Foto: Aldi Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TEMBUNG - Maraknya geng motor dan narkoba di kawasan Tembung membuat masyarakat sekitar lokasi geram dan mulai mengambil langkah untuk mengurangi tindak kriminal di daerah mereka, Rabu (2/10/2024).

Tindakkan tersebut berujung pada pemortalan beberapa gang yang diduga menjadi tempat keluar masuknya pelaku penjual dan pembeli narkoba dikawasan tersebut.

Hal tersebut mendapatkan respons atau penolakan dari beberapa geng motor, yang terkadang membuat gaduh.

Baca Juga : Pasang Portal di Gang Manggis, Masyarakat Sangat Resah dengan Peredaran Narkoba

Seorang warga Irwan menyampaikan, sempat ada beberapa penolakan saat melakukan pemortalan di beberapa gang.

"Pertama pasang ya ribut, ada beberapa orang yang datang dan mencoba menghancurkan portal itu, baru baru ini di pancasila sudah diportal juga, cuma sempat diserang oleh geng motor," ucapnya

Dugaan bahwa geng motor tersebut adalah suruhan dari beberapa orang yang diduga pengedar narkoba sempat mencuat.

Hal itu dikarenakan biaya petasan yang cukup mahal dapat dengan mudah di gunakan olah geng motor tersebut, bukan hanya satu bahkan terkadang terhitung puluhan.

"Ya mana mungkin anak-anak seperti itu mengeluarkan uang yang cukup besar hanya buat menakut-nakuti kita, apa lagi yang tadi malam itu harga petasannya cukup mahal karena hampir sepuluh kali lipat deras suaranya, kalau gak ada yang biayai, saya gak percaya," ucapnya. 

Irwan pun berharap, agar petugas kiranya lebih sering melakukan patroli di daerah mereka mengingat para geng motor tersebut sudah mulai kembali membuat keonaran.

"Sudah sempat tenang, ini gak tau kenapa udah mulai lagi, apalagi di simpang Pasar Baru menuju Perumnas Mandala, sering perang di situ mereka," pungkasnya

(cw4/nusantaraterkini.co)