Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sebanyak 13 ABK Indonesia Berhasil Dipulangkan dari Wilayah Konflik Iran

Sebanyak 13 ABK Indonesia dipulangkan dari wilayah konflik Iran, pemerintah diminta perkuat sistem perlindungan WNI di luar negeri.

Ilustrasi Selat Hormez.(foto: rmol)
Ilustrasi Selat Hormez.(foto: rmol)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Sebanyak 13 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia akhirnya resmi kembali ke tanah air setelah terjebak dalam situasi penuh ketidakpastian di wilayah berisiko di . Para sektor perikanan tersebut sempat dievakuasi ke Baku, , dan tertahan dalam kondisi terbatas sebelum akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia, Selasa (21/4/2026). 

Keberhasilan pemulangan ini menjadi sorotan sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warga negaranya di tengah krisis internasional yang melibatkan eskalasi ketegangan di kawasan tersebut. Upaya pemerintah dalam menuntaskan proses evakuasi ini mendapat apresiasi dari pengamat hubungan internasional, namun sekaligus meninggalkan catatan kritis mengenai mekanisme respons darurat. 

Mahasiswa Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Muhajirin Saad Langsa, menilai bahwa pemulangan ini adalah bukti nyata komitmen negara, meski prosesnya mencerminkan adanya celah dalam sistem , terutama bagi mereka yang bekerja di sektor yang rentan seperti perikanan.

​Dalam keterangannya, Saad menekankan bahwa keberhasilan evakuasi dari zona konflik seperti tidak seharusnya berhenti saat warga negara sampai di negara transit. Fakta bahwa para ABK sempat terlantar di Baku sebelum pemulangan ke Indonesia menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih cepat dan terintegrasi antara kementerian, lembaga terkait, dan perwakilan diplomatik agar ketidakpastian tidak terulang kembali di masa depan.

​"Kita tentu mengapresiasi pemerintah atas keberhasilan memulangkan saudara-saudara kita. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam situasi krisis. Namun, fakta bahwa para ABK sempat berada dalam kondisi terlantar, bahkan setelah dievakuasi dari Iran ke Baku, harus menjadi catatan serius. Evakuasi bukan akhir. Ketika warga negara sudah keluar dari zona konflik, negara harus memastikan proses berikutnya berjalan cepat, jelas, dan terkoordinasi hingga mereka benar-benar kembali ke tanah air," ujar Muhajirin Saad Langsa, seperti dilansir RMOL, Sabtu (25/4/2026).

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah memperkuat mekanisme respons cepat yang mampu bertindak sejak awal situasi darurat muncul tanpa harus menunggu eskalasi memburuk. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan di luar negeri dianggap sangat mendesak agar kasus serupa tidak menempatkan WNI dalam posisi yang membahayakan keselamatan dan kesejahteraan mereka di wilayah konflik.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru