Eks Kepala Bea Cukai Jakarta Terima Uang Melalui Rekening Sekuriti-Cleaning Service
Mantan Kepala Bea-Cukai Makassar, Andhi Pramono, mengungkapkan dirinya melakukan transaksi melalui rekening bank milikcleaning service dan sekuriti
Nusantaraterkini.co - Dalam persidangan sebagai terdakwa, Mantan Kepala Bea-Cukai Makassar, Andhi Pramono, mengungkapkan dirinya melakukan transaksi melalui rekening bank milikcleaning service dan sekuriti.
Berawal dari jaksa menyinggung penerimaan setor tunai Rp 160 juta dari cleaning service bernama Taufik Hidayat pada 2020. Andhi mengaku Taufik merupakan petugas cleaning service di kantor Bea-Cukai Jakarta.
"Pada tanggal 28 Desember 2020 ketika Saudara bertugas di Kanwil BC Jakarta?" tanya jaksa dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Jumat, (1/3/2024), dilansir dari detikcom.
"2020 betul, saya di Jakarta Ibu," jawab Andhi.
"Iya, Kepala Bidang Kepabeanan, itu ada setor tunai masuk ke rekening bank Andhi Pramono dari Taufik Hidayat, cleaning service, jumlahnya Rp 160 juta. Apa penjelasan Saudara terhadap penerimaan ini?" tanya jaksa.
"Taufik Hidayat adalah salah satu cleaning serviceyang ada di Kantor Bea-Cukai Jakarta. Saya minta tolong untuk menyetorkan uang itu," jawab Andhi.
Jaksa lantas menanyakan sumber uang tersebut. Andhi mengaku menerima uang itu dari seorang pengusaha bernama Sia Leng Salem, yang bekerja sama dengannya.
"Dari Pak Salem," jawab Andhi.
Kemudian Jaksa menyebut adanya transaksi setor tunai Rp 814.500.000 ke Yanto Andar pada 2021 hingga 2022. Andhi pun mengakui ia juga menggunakan rekening sekuriti tersebut
"Kemudian, tanggal 6 Desember 2021 sampai dengan tanggal 15 Juli 2022, ketika Saudara menjadi Kepala KPPBC Makassar, itu ada penerimaan seluruhnya berjumlah Rp 814.500.000, itu setor tunai ke rekening atas nama Yanto Andar, yang melakukan setornya itu Pak Yanto Andar, sekuriti. Bagaimana penjelasan Saudara terhadap penerimaan ini?" tanya jaksa.
"Yanto Andar ini rekening baru yang saya minta dari teman saya, Bu, sebagai penutupan usaha saya dengan Pak Salem, jadi rekening ini saya sampaikan kepada Pak Salem untuk menerima sisa-sisa usaha yang ada di Singapura. Jadi sama Pak Salem, semua sisa-sisanya dikirim ke sini," jawab Andhi.
Andhi menjelaskan kala dirinya saat berada di Makassar, sedangkan saat itu Yanto berada di Jakarta. Uang yang dikirim ke rekening Yanto Andar itu merupakan uang dari Sia Leng Salem.
"Di sini tanggal 6 Desember Rp 100 juta, kalau Yanto Andar dia ada di mana lokasinya?" tanya jaksa.
"Yanto Andar ada di Jakarta, Bu," jawab Andhi.
"Saudara waktu itu di Makassar, ya?" tanya jaksa.
"Ada di Makassar, betul," jawab Andhi.
"Ini ada 6 Desember Rp 100 juta, 7 Desember Rp 127.500.000, 17 Desember 2021 itu Rp 100 juta, 24 Maret, itu keterangan Saudara ini dari Sia Leng Salem tetap?" tanya jaksa.
"Iya, karena tahun 2018 itu Pak Salem sudah sakit, terus mau nutup kerja sama saya dengan Pak Salem, mulailah saya banyak nerima uang, baik dari dolar maupun rupiah tadi, Bu, 2018, 2019, 2020, 2021 terakhir. Sisanya mereka minta satu rekening lagi untuk nutup sisa-sisa yang ada di tahun 2021, 2022," jawab Andhi.
Diketahui, Mantan Kepala Bea-Cukai Makassar Andhi Pramono (AP) didakwa menerima gratifikasi dengan total Rp 58,9 miliar. Gratifikasi itu diterima Andhi dalam bentuk mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.
Uang itu diterima dengan tiga mata uang yang berbeda. Uang itu terdiri atas Rp 50,2 miliar, USD 264.500 atau sekitar Rp 3,8 miliar, dan SGD 409 ribu atau sekitar Rp 4,8 miliar.
(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Detikcom
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKPengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot
Rozie Winata·44 menit yang lalu -
-
SUMSELKinerja Penyerapan Tinggi, Menteri PKP Setujui Tambahan 3.000 Unit Rumah Subsidi untuk Sumsel
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWATragis! Pria 64 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Kertapati Palembang
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIReshuffle Kabinet Jadi Bayang-Bayang IHSG, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALPutra Mahkota Arab Saudi: Dunia Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAOle Romeny Ungkap Duel Kontra Bangladesh Jadi Laga Paling Emosional Sepanjang Kariernya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KESEHATANRSU Haji Medan Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi: Pasien BPJS dan Umum Dilayani Setara
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALSarmuji Jadi Menteri Perindustrian, Eva Monalisa: Program Strategis Harus Dikebut, Jangan Terputus
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan