Nusantaraterkini.co, SURIAH-Aksi kekerasan kembali mengguncang stabilitas Suriah yang masih belum pulih sepenuhnya, kali ini menyasar jamaah yang tengah bersiap menunaikan ibadah di Masjid Imam Ali bin Abi Talib. Insiden berdarah yang terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025 tersebut, meledak tepat di saat-saat krusial sebelum khotbah dimulai, yang mengakibatkan kepanikan luar biasa serta menelan sedikitnya delapan korban jiwa.
Menanggapi peristiwa memilukan di tengah situasi transisi politik yang rentan ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengeluarkan pernyataan tegas yang mengecam tindakan brutal tersebut sebagai pelanggaran kemanusiaan.
"Serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah adalah tindakan yang tidak dapat diterima," ujar Antonio Guterres, seperti dilansir RMOl, Sabtu (27/12/2025)
Baca Juga : Petani Suriah Hadapi Masa Depan Suram Usai Dilanda Karhutla Dahsyat
Tragedi yang juga melukai belasan warga sipil lainnya ini menambah panjang daftar teror yang menyasar kelompok tertentu di Suriah, khususnya komunitas Alawite yang kembali menjadi target operasi kelompok radikal.
Kelompok Saraya Ansar Al-Sunna telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, sebuah langkah yang semakin memperkeruh suasana keamanan nasional pasca-runtuhnya kepemimpinan Bashar Al Assad. Di sisi lain, otoritas keamanan setempat tidak tinggal diam dan segera melakukan penyisiran di lokasi kejadian guna mengumpulkan bukti-bukti vital.
Kementerian Dalam Negeri Suriah dalam keterangan resminya memastikan bahwa mereka telah meluncurkan investigasi menyeluruh untuk menyeret para dalang di balik ledakan tersebut ke pengadilan.
Kondisi keamanan di Suriah saat ini memang digambarkan masih sangat rapuh dan dipenuhi ketidakpastian, di mana faksi-faksi bersenjata masih kerap meluncurkan serangan dadakan di tengah upaya pemulihan negara. Serangan di masjid ini dipandang bukan sekadar aksi kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap upaya rekonsiliasi masyarakat yang sedang dibangun kembali.
Baca Juga : Israel Serang Kawasan Istana Kepresidenan Suriah: Proteksi Terhadap Komunitas Druze
Antonio Guterres kembali menekankan urgensi perlindungan bagi setiap individu terlepas dari latar belakang keyakinannya dan menyampaikan pesan kuat bahwa serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah adalah tindakan yang tidak dapat diterima demi menjaga harapan akan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
