Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dudung Abdurachman Nilai Pernyataan Megawati Soal Netralitas TNI-Polri Tidak Mendasar

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Ilham Al Banjari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. (Foto: Istimewa)

Dudung Abdurachman Nilai Pernyataan Megawati Soal Netralitas TNI-Polri Tidak Mendasar 

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menilai pernyataan Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal netralitas TNI-Polri di Pemilu tidak mendasar.

Baca Juga : Dudung Abdurachman Akui Sudah Memprediksi Prabowo-Gibran Menang Sekali Putaran

Karena itu, dia pun menilai pernyataan tersebut bersifat tendensius.

Baca Juga : Dudung Abdurachman: di Kepala Pak Prabowo Hanya Negara, Tak Ada Kepentingan Pribadi

"Jadi, pernyataan bu Mega kalau menurut saya itu kan tendensius. Menurut saya, tuduhan yang tidak berdasar, ya," katanya kepada wartawan di Jakarta Convention Center (JCC) dikutip, Senin (5/2/2024).

Dudung mengatakan, bahwa sampai saat ini TNI-Polri masih berkomitmen menjaga netralitas di Pemilu. Dia menjelaskan bahwa TNI-Polri memiliki sapta marga, sumpah prajurit dan Tribrata.

Baca Juga : ASN Harus Berani Laporkan Atasan yang Langgar Netralitas Pilkada

"Menurut saya TNI-Polri tidak usah takut dengan ocehan-ocehan seperti itu, yakini aja bahwa kita netral, gitu," ujarnya.

Baca Juga : Menko Polkam Ingatkan Pejabat Negara Bersikap Netral saat Pilkada 2024

Dudung pun mempertanyakan sikap Megawati yang hanya menyinggung TNI-Polri dan ASN. Menurutnya, Megawati tentunya juga harus menyinggung Badan Intelijen Negara (BIN).

Dia mengungkapkan bawah kasus pakta integritas aparat memenangkan Ganjar Pranowo hingga menyeret Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Barat juga harus menjadi sorotan Megawati.

Baca Juga : Polda Sumut Siagakan 5.737 Personel Gabungan Amankan Malam Tahun Baru 2026

Dalam kasus ini, Kabinda Papua Barat Brigjend TNI Tahan Sopian Parulian Silaban akhirnya dimutasi oleh Panglima TNI yang saat itu dijabat Laksamana TNI Yudo Margono.

Baca Juga : Tim Gabungan Terus Lanjutkan Pembersihan Tumpukan Kayu Limbah Bencana di Aceh dan Sumut

"Harusnya bilang juga dong BIN juga netral. Kan sudah ada kenyataan yang di Papua pernyataan tentang Kabinda itu salah satu, Dari BIN kan?. Harusnya bu Mega juga ngomong begitu dong, kan begitu," terangnya.

Dudung menyarankan agar TNI-Polri tidak perlu takut dengan tuduhan tidak netral. Menurutnya itu hanya sekadar tuduhan yang tidak dilengkapi dengan bukti.

"Kalau TNI-Polri belum ada buktinya, belum ada faktanya. Saya yakin TNI-Polri. Nggak usah takut," pungkasnya.

(HAM/nusantaraterkini.co)