Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR RI Soroti Kerugian Ekonomi Sumsel Akibat Karhutla, Desak Penguatan Mitigasi dan Ketegasan Hukum

DPR RI Soroti Kerugian Ekonomi Sumsel Akibat Karhutla, Desak Penguatan Mitigasi dan Ketegasan Hukum

A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia () menyoroti kerugian ekonomi Sumatera Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu lumpuhnya sarana transportasi dan aktivitas warga.

Ketua Komisi VIII , Marwan Dasopang menyampaikan keprihatinannya atas kerugian nyata yang dirasakan masyarakat akibat gangguan penerbangan dan mobilitas di wilayah tersebut.

“Saya kira kami sendiri tadi sudah bolak-balik sampai empat kali tertunda untuk terbang akibat kabut asap. Coba bayangkan berapa kerugian orang Sumatera Selatan dengan tertundanya sarana transportasi tersebut? Kenapa? saya kira kalau dikalikan dengan hitung-hitungan ekonomi, itu luar biasa,” ujar Marwan saat diwawancarai langsung usai kunjungan reses di Graha Bina Praja, Palembang, Jum’at (9/10/2026).

Ia menilai, penanganan karhutla selama ini masih terjebak pada aspek penanggulangan darurat. Alokasi anggaran pusat melalui BNPB seharusnya difokuskan pada penguatan sistem mitigasi dan pencegahan.

“Tapi kan sayang sekali kalau anggaran kita ditujukan untuk penanggulangan seolah-olah kita berharap terjadi bencana dulu, nah mestinya ya pencegahan,” ucapnya.

Beban fiskal daerah juga semakin tertekan karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel tidak memadai untuk penanganan karhutla, sebab sebagian besar anggaran masih tersedot untuk persoalan sosial.

Selain itu, pihaknya mendesak ketegasan hukum terhadap pihak korporasi yang diduga memicu karhutla demi kepentingan ekonomi. Ia meyakini kebakaran hebat bukan sekadar faktor kekeringan.

“Saya percaya bahwa kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan tidak semata-mata karena kekeringan saja. Kekeringan menjadi faktor, tapi terjadinya itu sebagian ada yang berupa kesengajaan, ada yang mengambil untung, ada yang mengambil kesempatan,” tuturnya.

Oleh karena itu, pengawasan ketat, penegakan hukum, serta kolaborasi bersama masyarakat menjadi kunci mutlak melindungi kestabilan ekonomi daerah.

“Jadi satu, masyarakat Sumatera Selatan bersabar. Mari kita kuatkan kebersamaan sepanjang bisa, kita turut serta memberikan tenaga menanggulangi kita tanpa,” pungkasnya.

(Tia/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait