Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR Desak Mitigasi El Nino, Hujan Buatan hingga Pipanisasi Jadi Solusi

DPR mendesak pemerintah segera mitigasi potensi El Nino ekstrem dengan hujan buatan, pipanisasi, dan penguatan cadangan air.

Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mendesak pemerintah segera mengoptimalkan mitigasi menghadapi ancaman El Nino ekstrem, termasuk melalui hujan buatan dan penguatan infrastruktur air, Rabu (1/7/2026). (foto:istimewa)
Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mendesak pemerintah segera mengoptimalkan mitigasi menghadapi ancaman El Nino ekstrem, termasuk melalui hujan buatan dan penguatan infrastruktur air, Rabu (1/7/2026). (foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Pemerintah didesak segera mengambil langkah mitigasi menghadapi potensi ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga Mei 2027. Penguatan fenomena iklim tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (), berkepanjangan, hingga mengganggu nasional.

Anggota , mengatakan peluang terjadinya El Nino dengan intensitas ekstrem disebut telah mencapai 98 persen. Karena itu, pemerintah diminta tidak menunda upaya antisipasi.

“Peluang ekstrem sudah di depan mata, mencapai 98 persen. Pemerintah jangan menunggu sampai hutan terbakar dan sawah retak-retak baru sibuk bertindak. Mitigasi harus dimulai dari sekarang secara terukur dan terkoordinasi,” ujar Usman, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, siklus musim kering telah mulai dirasakan sejak Mei 2026 dan diperkirakan berlanjut hingga tahun depan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi, terutama di sektor pertanian.

Usman meminta pemerintah memprioritaskan langkah mitigasi di wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur yang dinilai paling rentan mengalami penurunan curah hujan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta pasokan air untuk .

Sebagai langkah antisipasi, Usman mendorong optimalisasi (TMC) atau untuk meningkatkan cadangan air di waduk, embung, dan daerah tangkapan air sebelum puncak musim kemarau.

“Strategi modifikasi cuaca wajib dimaksimalkan di kawasan Indonesia Tengah dan Timur. Kerahkan teknologi untuk mengamankan cadangan air di embung dan bendungan. Ini adalah benteng pertahanan pertama kita melawan berkepanjangan,” katanya.

Selain itu, ia mengusulkan percepatan pembangunan jaringan darurat dari sumber air terdekat menuju kawasan pertanian yang mulai mengalami kekurangan air. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian dan mencegah gagal panen.

“Petani sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan modal besar untuk mengolah lahan. Jangan sampai kerja keras mereka berujung pada kebangkrutan hanya karena negara terlambat mengantisipasi iklim. Jika produksi pangan jatuh, harga komoditas di pasar melonjak, dan masyarakat luas yang akan menanggung akibatnya,” tutup Usman. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait