Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Turkiye Siap Berikan Bantuan Teknis Pertahanan untuk Arab Saudi Pasca Serangan Houthi

Turkiye tegaskan komitmen Perjanjian Makkah, siap beri bantuan teknis militer ke Arab Saudi hadapi Houthi

Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi
Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (tengah), Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kiri), dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah di Makkah, Arab Saudi
A A

Nusantaraterkini.co, ANKARA - akan menepati janjinya berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah sebagai respons atas serangan militer terbaru terhadap dan dapat memberikan bantuan teknis, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Turkiye pada Sabtu (19/9/2026).

Berbicara di stasiun televisi Turkiye NTV, Fidan mengatakan negara-negara penandatangan memantau dengan cermat serangan Houthi terhadap Arab Saudi.

"Kami bersatu dalam isu ini. Perjanjian tersebut berisi ketentuan-ketentuan yang relevan, yang akan kami tepati," ujarnya.

Menurut Fidan, kebutuhan akan bantuan militer kemungkinan akan berfokus pada hal-hal teknis tertentu, dan akan mampu memenuhi kebutuhan itu.

Menlu Turkiye menepis klaim bahwa implementasi berjalan lambat, seraya mencatat bahwa aliansi tersebut terbuka untuk negara-negara di seluruh kawasan itu dan mewakili sebuah platform yang transformatif.

Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani pada 7 Agustus di Kota Makkah, Arab Saudi, oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif.

Perjanjian itu menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu pihak yang menandatangani akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh pihak.

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman meningkat dalam beberapa bulan terakhir, saat kedua pihak berulang kali melancarkan serangan terhadap satu sama lain.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait